ilustrasi macet/ist
ilustrasi macet/ist
RMOL. Koordinator Fitra (Forum Transparansi Anggaran) Ucok Sky Khadafi mengatakan meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah untuk Pemerintah Propinsi DKI Jakarta besar, namun ibukota Jakarta tetap dikepung macet dan banjir. Penyebabnya selain penyerapan anggaran kurang, juga lantaran belanja daerah terbesar masih di birokrasi.
“Komposisi belanja daerah yang tertinggi itu masih pegawai, yakni 40 persen. Jadi sektor ini masih mendominasi. Padahal APBD DKI Jakarta itu tiap tahun meningkat. Jadi kelihatan Foke (Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo) tidak serius benahi Jakarta karena lebih banyak belanja untuk akomodasi PNS dan DPRD,†kata Ucok Sky Khadafi dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (12/4).
Dijelaskannya, pada kurun waktu 2009-2011 saja, belanja untuk pengananan bencana banjir saja itu bahkan sampai menembus Rp 1,8 triliun. Meski anggaran naik, tapi banjir tetap melanda Jakarta.
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
Senin, 22 Desember 2025 | 17:57
UPDATE
Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14
Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26
Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13
Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10
Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38
Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21