Berita

syarif hasan/ist

Menteri Syarif Hasan: Kospin Jasa Pekalongan Layak Jadi Kopersi Tingkat Dunia

KAMIS, 05 APRIL 2012 | 15:34 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Koperasi Simpan Pinjam Jasa Kota Pekalongan sudah layak menjadi koperasi tingkat dunia karena aset dan omzetnya masuk dalam daftar 300 koperasi besar dunia.

"Karena itu pemerintah bertekad memperjuangkan Kospin Jasa Pekalongan menuju koperasi tingkat dunia karena sudah mampu menembus jajaran koperasi besar dunia," kata Menteri Koperasi dan UKM, Syarif Hasan.

Syarif menegaskan bahwa Kospin Jasa merupakan lembaga koperasi terbaik dan terbesar di Indonesia sehingga sudah sepantasnya jika pada tahun 2012 masuk ke tingkat dunia. Ia juga mengatakan bahwa pemerintah menginginkan setiap daerah mempunyai koperasi terbesar dan menjadi ikon daerah setempat sehingga masyarakat Indonesia mengetahui persis kondisi koperasi yang maju.


"Secara umum, saat ini koperasi di Indonesia mencapai 188.181 unit, sampai akhir 2011 jumlah lembaga koperasi berkualitas sedbanyak 54.643 unit atau 77,30 persen dari total target sebanyak 70.000 koperasi," kata Syarif saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ke-38 Kospin Jasa di Pekalongan, Sabtu (31/3).

Pada kesempatan itu, Syarif Hasan juga menyampaikan apresiasi terhadap Kopsin Jasa Pekalongan yang mengusulkan Kementerian Koperasi membentuk lembaga penjamin simpanan di koperasi. Usulan yang disampaikan Ketua Umum Kospin Jasa Pekalongan Andy Arslan ini sangat bagus sehingga kami berjanji akan menindaklanjuti.

Selain itu, masih kata Syarif, Koperasi Simpan Pinjam Jasa Pekalongan juga mengusulkan pada pemerintah membentuk lembaga penjamin simpanan (LPS) koperasi agar bisa bersaing dengan lembaga keuangan lainnya, seperti perbankan.

"Dengan dibentuknya LPS akan membawa angin segar terhadap koperasi yang nantinya diharapkan bisa berkembang sabagai soko guru perekonomian bangsa," kata Ketua Umum Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa Arslan Djunaid.

Arslan mengatakan saat ini aset yang dimiliki Kospin Jasa telah mencapai Rp2,5 triliun sehingga lembaga koperasi ini bertekad menuju koperasi tingkat dunia.

"Kami sudah menyiapkan semua perangkat teknologi dan sumber daya manusia sebagai upaya Kospin Jasa menuju koperasi tingkat dunia," katanya.

Ia mengatakan, selain persiapan menuju koperasi tingkat dunia, Kospin Jasa juga akan membuka kantor pelayanan di Makassar dan Palembang. Untuk di Jawa Tengah, Kospin Jasa akan siap membuka kantor pelayanaan hingga di tingkat kecamatan sebagai upaya mendekatkan koperasi ini dengan anggota dan calon anggota.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan keberhasilan Kospin Jasa telah menjadikan koperasi ini menjadi ikon di Jawa Tengah dan Indonesia.

"Kami salut pada Kospin Jasa yang sudah menggeliatkan perekonomian di Jawa Tengah sehingga Pemprov Jateng siap memberikan dukungan dan mempermudah perizinan jika lembaga koperasi ini membuka kantor pelayanan di setiap kecamatan," katanya, sambil mengatakan bahwa kunci keberhasilan Kospin Jasa adalah kesetiaan, kerja keras, dan teknologi yang menunjang aktivitas koperasi itu. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya