Berita

PKS Sinyalir Pengajuan RAPBNP Karena Kesalahan Pemerintah

JUMAT, 30 MARET 2012 | 15:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Keadilan Sejahtera memandang alasan eksternal yang digunakan pemerintah mengajukan RAPBN Perubuhan bukanlah menjadi faktor utama.

Karena penyebab terpenting sesungguhnya terletak pada faktor internal berupa kelemahan perencanaan dan penyusunan APBN 2012 serta kegagalan perencanaan anggaran dan pengelolaan korpaorasi PLN yang terlihat dalam pengajuan tambahan subsidi listrik yang meningkat 107 persen.

Hal itu merupakan pandangan mini PKS dalam rapat Badan Anggaran yang dibacakan Ketua Banggar Melchias Markus Mekeng dalam Rapat Paripurna DPR yang digelar saat ini (Jumat, 30/3) di gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Sidang Rapat Paripurna ini akan mengambil keputusan atas RUU tentang perubahan UU 22/2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2012.

Sementara PAN dapat memahami besaran subsidi energi sebesar Rp 225 triliun. Karena dengan dengan besaran subsidi tersebut, defisit akan terjaga di kisaraan 2,23 persen dari PDB.

"PAN berharap pemerintah bisa melakukan penghematan penggunaan BBM yang hampir separohnya dari impor yang menguntungikan pihak asing," ujar Mekeng.

Sedangkan PPP, dalam menghadapi harga minyak  dunia 2012, berkeyakinan berhusnudzdzon pemerintah tidak akan menyengsarakan rakyat apalagi menyakiti hari rakyatnya.

"Oleh karena itu PPP memberikan keleluasaan kepada pemerintah untuk mengambil kebijakan yang terbaik dan pro rakyat untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Antara lain melalui pengaturan subdisidi BBM yang tepat," ungkapnya. [zul]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya