Berita

amirsyah tambunan

Putusan MK Langgar Syariat Islam

RABU, 14 MARET 2012 | 10:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) 46/PU-VIII/2012 tanggal 17 Februari 2012 terkait pengujian UU 1/1974 tentang Perkawinan, soal status anak di luar nikah meresahkan masyarakat. Pasalnya, putusan MK itu bertentangan dengan syariat Islam.

"Dalam hadits shohih Bukhori Muslim, (anak di luar nikah) itu tidak punya hubungan dengan bapak dan saudara bapak. Konsekuensinya juga (anak itu) tidak punya hak waris, hak nasab, hak wali dan nafkah (dari bapak)," jelas Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Amirsyah Tambunan kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 14/3).

Dalam Islam, anak yang dihasilkan dari luar nikah hanya punya hubungan perdata dengan ibu dan saudara ibu. Tapi, dalam putusan MK justru ditambah juga punya hubungan dengan bapak dan saudara bapak.

"Jadi itu bertentangan syariat Islam. Padahal, dalam sistem hukum nasional, UU 10/2004 jelas menyebutkan ajaran Islam itu sebagai salah satu sumber pembuatan hukum nasional," jelas Amir.

Dan apalagi dikuatkan dengan UUD pasal 29, dimana negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Karena itu Amir berharap, ke depan, MK pada saat memutuskan sesuatu yang terkait dengan ajaran Islam, hendaknya meminta pendapat para ahli atau mengkonsultasikan dengan otoritas pembuat fatwa, dalam hal ini MUI.

Putusan MK itu berdasarkan judicial review Pasal 43 ayat 1 UU 1/1974 tentang perkawinan, yang diajukan artis dangdut Machiha Mochtar. MK mengabulkan gugatan tersebut. Dengan keputusan tersebut anaknya memiliki hubungan perdata dengan ayah, yang disebut-sebut adalah Moerdiono, mantan Menteri Sekretaris Negara era Orde Baru. [zul]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya