Berita

ilustrasi

Indonesia, Bangsa yang Tidak Peduli Sejarah Maritimnya

RABU, 14 MARET 2012 | 10:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Sebagai negara kepulauan, Indonesia diharapkan menjadi negara maritim yang tangguh. Indonesia pernah mengalami kejayaan kemaritiman pada masa kerajaan Majapahit dan Sriwijaya. Namun, semua itu hanya sejarah. Saat ini pun Indonesia seolah lupa dan mengabaikan begitu kuatnya sejarah maritim masa lalu.

Mantan Kepala Staf Angkatan Laut ke-16, Laksamana (Purn) Achmad Sutjipto menyatakan, kejayaan maritim tidak lepas dari kerjaan Majapahit. Menurutnya, setelah Gajah Mada habis, praktis kejayaan maritimnya selesai.

"Untuk mengembalikan itu semua butuh ratusan tahun. Dan saya melihat kita mengabaikan kemaritiman," kata Achmad Sutjipto di sebuah diskusi Bentang Bahari Baharu, yang diselenggarakan Indonesia Maritime Institute (IMI) dengan topik: "Menggagas Imperium Maritim" di Newseum Coffee, Jakarta, Selasa malam (13/2).


Purnawirawan murah senyum itu mendukung sebuah gerakan, atau forum-forum diskusi untuk menganggas kembalinya Indonesia menjadi negara maritim.

"Apapun gerakannya baik kecil atau besar, forum-forum atau komunitas untuk membangun negara maritim harus dihidupkan kembali dan harus kembali bergaung," imbaunya.

Diakui oleh Achmad Sutjipto kesulitan yang luar biasa untuk merubah maindseet Indonesia saat ini. Meski secara lingkungan dan geografik, Indonesia adalah negara maritim, tapi ambisi para pemimpin bangsa ini belum begitu kuat.

"Bahkan Indonesia lebih bangga disebut sebagai negara agraris, dan mendeklarasikan sebagai negara agraris," sesalnya.

Di tempat yang sama Manager Research dan LPM UI, Lily Tjahjandari, mengatakan bahwa aspek budaya maritim bisa dilihat dari kapital budaya maritim, keragaman budaya, nilai-nilai dan falsafah, dan mata pencaharian. Dia menambahkan konsep negara bahari saat ini sudah direduksi sedemikian rupa oleh hegemoni kekuasaan.

"Kekuasan kolonial Belanda waktu itu yang mencipatkan pembatasan akan laut, karena Belanda ingin menguasai transportasi laut kita," tandasnya.

Sementara itu, dari pihak Coastal Engineering Lab BPPT, Gegar Sapta Prasetyo, mengatakan kebudayaan maritim banga Indonesia tidak begitu kuat, dan sederhananya bisa dilihat dari mental anak-anak muda yang takut berkulit hitam.

"Anak-anak muda kita kalau ke pantai, hanya duduk-duduk di bawah pohon kelapa. Seperti di Ancol, mereka bergerombol seperti cendol yang siap di sendok, ini menunjukkan bahwa mental budaya maritim kita belum begitu kuat," katanya.

Dikatakan lebih lanjut, untuk menuju negara bahari yang kuat maka diperlukan sebuah pemahaman teknologi yang tinggi. Misalnya, mengusai teknologi kelautan dan teknologi perikanan.

"Syarat utama tentunya suka matematika dan fisika. Perlu manajemen perikanan yang kuat, bukan yang diterapkan manajemen menanam padi, yang dibiarkan akan langsung di panen, karena ikan tidak begitu," ujarnya.

Direktur IMI, Y Paonganan menyatakan bahwa Indonesia harus berkaca pada sejarah kebudayaan maritim.

"Saya pikir para pemimpin kita harus kembali belajar sejarah, agar tidak lupa, bahwa bangsa ini tercipta karena sejarah yang begitu kuat akan kemaritimannya," ujarnya.

Hadir dalam diskusi tersebut, Anggota DPD RI yang juga dikenal sebagai Sultan Ternate, Sultan Mudaffar Sjah, Budayawan Taufik Rahzen, elemen-elemen mahasiswa dari berbagai kampus, seperti IPB, UI, Unpad dan UIN Syarif Hidyatullah serta berbagai LSM.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya