Berita

Sharif Cicip Sutardjo

Wawancara

WAWANCARA

Sharif Cicip Sutardjo: Kami Nggak Yakin JK Maju Jadi Capres 2014

SELASA, 06 MARET 2012 | 08:48 WIB

RMOL.Petinggi Partai Golkar tidak yakin Jusuf Kalla (JK) maju sebagai calon presiden 2014.

“Pak JK pernah bicara dengan beberapa teman di Partai Golkar bahwa beliau bilang nggak ada rencana menjadi capres 2014,’’ kata Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Sharif Cicip Sutardjo, kepada Rakyat Merdeka, Sabtu (3/3).

Seperti diberitakan, JK me­nyatakan kesiapannya menjadi capres 2014.

“Ya, tentunya saya berterima kasih atas dorongan dan apresiasi dari masyarakat serta partai politik,” kata JK.

Pernyataan JK ini menanggapi hasil  Musyawarah Kerja Nasio­nal PPP beberapa waktu lalu bahwa JK tercatat di bursa capres. JK mendapat dukungan 23 DPW PPP dari 33 provinsi.

“Kalau diamanahkan untuk dan oleh rakyat kenapa tidak. Pada dasarnya kalau itu duku­ngan dari rakyat, tentu saya siap,” jelasnya.

Sharif Cicip Sutardjo selan­jutnya mengatakan, walau ada partai lain yang menggadang-gadang JK, tetap saja teman-teman di Partai Golkar tidak ya­kin bekas Wapres itu maju men­jadi capres.

“Pak JK pernah bilang, orang-orang boleh ngomong soal diri­nya siap menjadi capres, tapi tetap tidak mau. Makanya, kami nggak yakin Pak JK maju jadi capres 2014,’’ paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

JK merupakan kader terbaik Partai Golkar, kenapa tidak men­calonkan saja?

Ini semuanya kan tergantung pengurus Partai Golkar di daerah. Yang jelas, sejauh ini pengurus daerah mendukung Ical. Alasan­nya, tahun 2009 JK sudah men­jadi capres dari partai kami.

Dalam survei CSIS,  Ical ma­sih di bawah Pak JK, komen­tar Anda?

Survei yang dilakukan CSIS ini kan cakupannya hanya 23 pro­vinsi. Belum dilakukan secara nasional. Artinya, koresponden­nya sangat kecil. Saya tidak meli­hat survei CSIS itu untuk diper­hatikan.

Kalau kita lihat lembaga survei lain, pososi Ical cukup bagus. Kenapa Cuma CSIS sendiri yang berbeda. Ini kan aneh.

Bagus seperti apa?

Pak Ical diberbagai survei ma­sih nomor tiga. Tetapi kan waktu­nya masih terlalu panjang. Belum ada yang betul-betul siap menya­takan diri untuk maju menjadi capres 2014.

Apa Ical sudah dipastikan men­­jadi capres dari Partai Golkar?

Saat ini belum kita tentukan. Yang jelas, pengurus-pengurus di daerah sudah sepakat untuk men­dukung Pak Ical.

Kapan penentuannya?

Saat rapat pimpinan, Oktober 2012, akan ditentukan semuanya. Sebab, beliau mengatakan seperti itu. Jangan buru-buru diputuskan siapa capres Partai Golkar.

Kenapa bukan dari sekarang saja, sehingga bisa sosialisasi ke­pada masyarakat?

Pak Ical akan melihat elekta­bilitasnya. Padahal, pengurus Partai Golkar di daerah sudah kompak mendukung Pak Ical.

Kalau sudah kompak, ke­napa ditunda-tunda sampai Okto­ber?

Saat ini belum waktunya. Saat rapat pimpinan, Oktober 2012, ditentukan di situ siap yang kami putuskan menjadi capres.

Kami juga masih melihat hasil survei dari berbagai lembaga survei.

Memangnya, hasil survei se­perti apa?

Rata-rata hasil survei, Pak Ical menempati tiga besar. Ini tentu­nya kabar bagus. Sebab, survei itu kan pendapat dari masyarakat.

Apa Partai Golkar tidak kha­watir kredibilitas Ical menurun gara-gara Gayus Tambunun di­nyatakan hakim menerima duit dari perusahaan Ical?

Sama sekali tidak ada penga­ruhnya. Saya rasa semuanya ha­rus mengetahui bahwa Pak Ical bukan orang yang menguasai atau pemilik mayoritas di peru­sahaan tersebut. Itu kan sudah menjadi perusahaan publik.

Menurut saya, public com­pany-nya dong yang kena, bukan Pak Ical. Sebab, beliau tidak tahu menahu.

Apakah Golkar juga akan me­makai sistem konvensi?

Tidaklah. Konvensi itu man­faat­nya kurang. Sebab, saat Partai Golkar menggunakan konvensi tahun 2004, ternyata Pak Wiranto yang menang konvensi, tapi kalah dalam Pilpres. Ini berarti sistem konvensi yang kita pakai ternyata tidak cocok. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya