Berita

Fuad Rahmany

Wawancara

WAWANCARA

Fuad Rahmany: Terapkan Praduga Tak Bersalah Dalam Kasus Dhana Widyatmika

SENIN, 05 MARET 2012 | 08:52 WIB

RMOl. Dirjen Pajak Fuad Rahmany meminta semua pihak menerapkan asas praduga tak bersalah terhadap kasus Dhana Widyatmika (DW).

“Harus dibuktikan dulu apakah transaksi mencurigakan itu sum­ber uangnya dari penyelewengan pajak atau bukan,’’ kata Fuad Rahmany kepada Rakyat Mer­deka, Sabtu (3/3).

Seperti diketahui, Kejaksaan Agung menetapkan DW sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan pajak. Kemudian Sabtu lalu DW ditahan.

Fuad Rahmany selanjutnya mengatakan, pihaknya tidak me­rasa kecolongan dengan kasus tersebut.

Berikut kutipan selengkapnya;


Kenapa tidak merasa keco­lo­ngan?

Ini kan transaksi masa lalu, sehingga bukan kecolongan dong. Beda periode kok.


Tampaknya Anda membela DW ya?

Bukan membela. Tapi per­la­kukan asas praduga tak ber­salah. DW kan sedang diperiksa kejak­saan. Tunggu saja hasil peme­riksaannya. Apalagi DW me­ngaku uangnya tidak berasal dari wajib pajak.

Selama belum terbukti, se­baik­nya kita pegang prinsip pra­duga tak bersalah dulu deh. Sebaiknya media dan masyarakat sabar saja dulu. Jangan menghukum orang yang belum terbukti bersalah.


Jumat (3/3) Anda bertemu Men­teri Keuangan, apakah mem­bahas masalah DW?

O ya, itu rapat dengan Menkeu untuk membahas hal-hal lain kok.


DPR berencana memanggil Anda terkait DW, apa siap?

Kalau dipanggil DPR saya ma­lah senang kok, agar bisa me­nyampaikan hal-hal yang stra­tegis untuk membangun institusi pajak yang lebih modern dan profesional.


Termasuk siap diaudit BPK?

Apanya yang mau diaudit. Se­mua lembaga pemerintah me­mang setiap tahun diaudit BPK kok. Kami sudah terbiasa diaudit. Sebentar lagi juga akan diaudit BPK terhadap laporan keuangan tahun 2011. [Harian Rakyat Merdeka]


Termasuk siap diaudit BPK?

Apanya yang mau diaudit. Se­mua lembaga pemerintah me­mang setiap tahun diaudit BPK kok. Kami sudah terbiasa diaudit. Sebentar lagi juga akan diaudit BPK terhadap laporan keuangan tahun 2011. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Prediksi Mossad Gagal, Netanyahu Disebut Murka ke Direktur Intelijen

Senin, 23 Maret 2026 | 13:39

Kasus Andrie Yunus Bisa Diusut Timwas Intelijen DPR

Senin, 23 Maret 2026 | 13:23

Pengamat: Trump Inkonsisten Soal Selat Hormuz

Senin, 23 Maret 2026 | 13:09

Daftar Negara yang Terancam Bangkrut Akibat Perang Iran

Senin, 23 Maret 2026 | 12:53

Gebrakan Xiaomi SU7 2026: Ludes 15 Ribu Unit dalam 34 Menit, Daya Jelajah Tembus 900 Km!

Senin, 23 Maret 2026 | 12:37

H+2 Lebaran, Emas Antam Turun Rp50 Ribu

Senin, 23 Maret 2026 | 12:35

WFH Jangan Ganggu Kinerja Perusahaan, DPR Minta Pemerintah Hati-hati

Senin, 23 Maret 2026 | 12:31

124 Perusahaan Truk Kena Sanksi Saat Lebaran, Mayoritas Pelanggaran ODOL

Senin, 23 Maret 2026 | 12:08

Menhub Siapkan Strategi Khusus Amankan Arus Balik Lebaran 1447 H Lintas Sumatra-Jawa

Senin, 23 Maret 2026 | 11:27

DJP: Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta, Lapor SPT Tahunan Capai 8,7 Juta

Senin, 23 Maret 2026 | 11:03

Selengkapnya