Berita

M Nuh

Wawancara

WAWANCARA

M Nuh: Kami Tidak Boleh Intervensi Uji Emisi Mobil Esemka

MINGGU, 04 MARET 2012 | 08:42 WIB

RMOL.Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) M Nuh mengharapkan siswa-siswa pembuat mobil Esemka tidak perlu kecewa dengan tidak lulusnya uji emisi.

“Yang penting sekarang laku­kan perbaikan-perbaikan. Jangan sampai berkecil hati,” kata M Nuh  kepada  Rakyat Merdeka, di Jakarta, Jumat (2/3).

Seperti diketahui, saat uji emisi, Kementerian Perhubungan menyatakan mobil Esemka tidak lulus uji emisi yang dilaksana­kan, Senin (27/2).

Berdasarkan surat keputusan AJ.402/17/6/DJPD/2012 dari Ditjen Perhubungan Darat, Esem­ka dinyatakan belum lulus uji emisi dan diharapkan akan kem­bali untuk melakukan pengu­jian ulang.

M Nuh selanjutnya mengata­kan, dalam dunia industri, hal semacam itu wajar-wajar saja. Anak-anak SMK yang terlibat langsung dalam pembuatan mo­bil tersebut harus segera mem­perbaiki kekurangannya. “Kan mereka sudah tahu letak keku­rangannya,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apakah Anda sudah mem­baca hasil dari uji emisi terse­but?

Jujur saja, hingga kini saya belum membaca aspeknya apa saja yang menyebabkan nilainya belum masuk dalam persyaratan. Bagi saya, yang penting jangan sampai berkecil hati.

Dengan tidak berkecil hati, maka siswa-siswa ini segera me­lakukan langkah beri­kut­nya. Saya rasa me­reka sudah menge­tahui apa yang ha­rus dilakukan ka­rena sudah menge­tahui letak kesala­han produk ter­sebut.

Apa tidak lulus uji emisi  ini sa­ngat menge­ce­wakan?

Sama sekali tidak kecewa. Apa­lagi masyarakat sangat antu­sias untuk menggunakan mobil Esemka. Tentunya kita harus mem­­berikan penghargaan dan dukungan penuh.

Kenapa Anda menilai ini ti­dak mengecewakan?

Karena ini kan masih awal. Saya rasa harus bangga dengan produk dalam negeri. Apalagi yang dibuat anak-anak SMK. Perlu diingat juga, jangan dikira di industri lain pun tidak menga­lami hal yang sama.

Produk otomotif lain pun ti­dak langsung jadi. Bahkan, ke­tika su­dah masuk ke pere­daran dan dipa­sarkan masih ada di­tarik ulang.

Apakah mobil Esemka ini juga takut mengalami hal sama?

Tidak. Karena itulah perlu adanya ujian-ujian sebelum di­pro­duksi secara massal. Produk lain yang sudah punya nama banyak juga yang mengalami ke­ku­rangan.

Misalnya, ada ke­cacatan di ba­gian rem atau aspek lain. Maka akan ditarik ulang dari pere­daran. 

Sedangkan mobil Esemka ini ma­sih tahap protipe. Tentu­nya harus terus die­valuasi dan di­be­tul­­kan. Bagi saya, tidak perlu dikait-kaitkan dengan yang aneh-aneh.

Kemendikbud tidak melaku­kan koordinasi dengan Kemen­hub?

Pada aspek penilaian, kita tidak boleh melakukan intervensi apa pun. Misalnya, saya memberikan intervensi di bagian penilaian emisi untuk meluluskan produk mobil Esemka.

Hal semacam itu tidak boleh. Kita harus menjaga indpendensi dari tim atau lembaga yang me­lakukan melakukan uji emisi itu.

Apa langkah yang dilakukan Kemendikbud?

Selain kita mem­berikan du­kungan penuh, kita juga me­minta ka­wan-kawan dari ITB, ITS dan UGM untuk melakukan audit. Nanti hasilnya kita kom­binasi­kan dan kon­so­li­dasi­kan untuk me­nge­tahui titik-titik le­mahnya.

Menurut saya itu se­suatu yang biasa-biasa saja. Yang penting siswa-siswa tersebut jangan sam­pai semangat­nya surut. Ma­sya­rakat pun harus mem­berikan du­kungan pe­nuh.

Kita juga melakukan kerja sama dengan salah satu badan riset. Makanya jika sudah masuk ke tahap itu, harus dilakukan oleh tenaga ahli di bidangnya.

Bukankah mobil Esemka su­dah mampu menempuh bebe­rapa kilometer?

Ya. Bahkan sudah jalan hingga beberapa ratus kilometer. Tetapi kalau sudah masuk pada aspek yang spesialis dibutuhkan yang spesialis juga.

Di situlah nanti kawan-kawan perguruan tinggi dan lembaga-lembaga lain seperti BPPT (Ba­dan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) agar terus berkoordi­nasi untuk memberikan saran-saran.

Saya pernah menyampaikan, tahun 2012 mobil Esemka ha­rus melalui berbagai tahapan ujian. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya