Berita

Jusuf Kalla

Wawancara

WAWANCARA

Jusuf Kalla: Saya Siap Menjadi Calon Presiden Kalau Dapat Amanah Rakyat

SENIN, 27 FEBRUARI 2012 | 09:50 WIB

RMOL. Bekas Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan kesiapannya menjadi calon presiden 2014.

“Ya, tentunya saya berterima ka­sih atas dorongan dan apre­sia­­si dari masyarakat serta partai politik,” katanya kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Sabtu (25/2).

Seperti diketahui, dalam Mu­sya­warah Kerja Nasional PPP beberapa waktu lalu, nama Jusuf Kalla tercatat di bursa calon pre­siden (capres) 2014.

Jusuf Kalla (JK) mendapat dukungan 23 DPW PPP dari 33 Provinsi.

JK yang  bekas Ketua Umum Partai Golkar itu melanjutkan, untuk menjadi capres harus di­dukung partai politik (parpol) dan didukung penuh masyarakat banyak. Bukanlah keinginan pribadi.

“Kalau diamanahkan untuk dan oleh rakyat kenapa tidak. Pada dasarnya kalau itu duku­ngan dari rakyat, tentu saya siap,” jelasnya.

Berikut kutipan selengkapnya:


Ada lembaga survei menem­patkan Anda di posisi cukup tinggi sebagai capres, komen­tar­nya?

Itu artinya pendapat masyara­kat. Makanya survei itu meminta pendapat dari masyarakat kan. Karena itulah, saya sangat ber­terima kasih atas pandangan ma­syarakat tersebut.

       

Apa sudah ada parpol yang melakukan pendekatan kepada Anda?

Saat ini belum waktunya. Ke­mungkinan tahun depan sudah ada pembicaraan. Untuk tahun ini belum ada. Nanti sajalah kita lihat perkembangannya.

Yang jelas, niat baik masya­rakat tentu harus ditanggapi de­ngan niat yang baik juga. Masya­rakat itu kan pastinya mempunyai niat baik. Niat baik itu harus di­balas dengan niat baik.


Apa yang Anda persiapkan?

Belumlah. Saat ini masih se­batas pendekatan masyarakat saja. Saya tidak ada persiapan apa-apa. Yang pasti, saya berte­rima kasih dan Alhamdulillah atas kepercayaan masyarakat itu kepada saya.

Saya juga sangat berterima kasih atas segala pandangan dari PPP saat Mukernas lalu itu. Se­tiap amanah masyarakat harus dijalankan dengan baik, jujur, dan tulus serta ikhlas.

Kalau kita mendapatkan ama­nah, maka kita harus bekerja secara bersama-sama. Kalau ma­syarakat mendukung menjadi capres, kita ikuti saja keinginan masyarakat itu.

       

Bukankah kalau Anda maju akan merugikan capres dari Partai Golkar?

Nggak usah bicara ke situ.  Saya sangat menghargai niat baik itu. Karena niat baik itu harus di­balas dengan niat baik pula. Apa­lagi, masih banyak masalah di negeri ini. Misalnya mengenai keteadanan, korupsi, kepatuhan dan aturan-aturan yang berman­faat serta keadilan. Bisa panjang kalau berbicara bangsa ini.

       

Misalnya apa?

Kita harus tetap optimistis. Sebab, bangsa Indonesia ini seba­gai bangsa yang besar, sehingga dibutuhkan sebuah kepemim­pi­nan dan semangat kebangsaan yang baik.

Kalau kita merasa pesimis maka bangsa ini akan susah terus. Pemimpin-pemimpin kita harus mempunyai niat yang baik. Jika berbicara dengan masyarakat ha­rus jujur. Jangan sampai rakyat ini dibohongi. Kejujuran sangat diperlukan.

 

Masalah utama bangsa ini masih banyak korupsi, komen­tar Anda?

Korupsi harus diberantas sam­pai ke akar-akarnya. Para politisi yang  sebagai pemimpin harus memberikan teladan yang baik.

Kalau pemimpinnya tidak mem­­­­berikan teladan. Maka rakyat­­­nya akan bisa lebih dari itu. Dengan tidak memberikan tela­dan, maka masyarakat pun jadi ti­dak patuh terhadap pemim­pinnya.

Saya rasa, jika seorang pe­mimpin tidak memberikan tela­dan yang baik maka ketika ada kasus, langsung terjadi ben­trok.   [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Prediksi Mossad Gagal, Netanyahu Disebut Murka ke Direktur Intelijen

Senin, 23 Maret 2026 | 13:39

Kasus Andrie Yunus Bisa Diusut Timwas Intelijen DPR

Senin, 23 Maret 2026 | 13:23

Pengamat: Trump Inkonsisten Soal Selat Hormuz

Senin, 23 Maret 2026 | 13:09

Daftar Negara yang Terancam Bangkrut Akibat Perang Iran

Senin, 23 Maret 2026 | 12:53

Gebrakan Xiaomi SU7 2026: Ludes 15 Ribu Unit dalam 34 Menit, Daya Jelajah Tembus 900 Km!

Senin, 23 Maret 2026 | 12:37

H+2 Lebaran, Emas Antam Turun Rp50 Ribu

Senin, 23 Maret 2026 | 12:35

WFH Jangan Ganggu Kinerja Perusahaan, DPR Minta Pemerintah Hati-hati

Senin, 23 Maret 2026 | 12:31

124 Perusahaan Truk Kena Sanksi Saat Lebaran, Mayoritas Pelanggaran ODOL

Senin, 23 Maret 2026 | 12:08

Menhub Siapkan Strategi Khusus Amankan Arus Balik Lebaran 1447 H Lintas Sumatra-Jawa

Senin, 23 Maret 2026 | 11:27

DJP: Aktivasi Akun Coretax Tembus 16,6 Juta, Lapor SPT Tahunan Capai 8,7 Juta

Senin, 23 Maret 2026 | 11:03

Selengkapnya