Berita

rusmin effendy/ist

Selain Menyesatkan, Survei CSIS Nyata-nyata Telah Membohongi Publik

KAMIS, 16 FEBRUARI 2012 | 20:07 WIB | LAPORAN:

RMOL. Survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) terkait partai politik dan calon presiden yang dilakukan pada 16-24 Januari 2012 dan dirilis pada 14-15 Februari, bukan saja menyesatkan tapi juga nyata-nyata CSIS melakukan kebohongan dan tendensius untuk meningkatkan popularitas parpol tertentu yang saat ini sedang terpuruk.

"Kalau ingin meningkatkan popularitas bukan seperti itu. Semua orang tahu CSIS siapa dan tidak pernah melakukan survei. Kok tiba-tiba membuat opini melalui survei yang menyesatkan. Aya-aya wae," kata Direktur Eksekutif Kebijakan Publik, Rusmin Effendy, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamsi, 16/2).

Menurut Rusmin, setiap lembaga survei harus mentaati kode etik dan menyebutkan secara jujur latar belakang responden, sampling, termasuk lokasi apakah dilakukan secara lokal atau nasional. Kalau tidak, maka hasilnya pasti abal-abal, apalagi CSIS punya repurtasi sebagai think thank Orde Baru.


"Karena itu, tidak perlu khawatir sponsor survei CSIS dalangnya ada di kabinet sekarang ini dan sudah dua kali menjadi menteri tanpa prestasi apapun, tapi masih saja dipertahankan. Ya, mungkin saja dia ingin melakukan politik balas jasa dengan cara mendongkrak popularitas murahan," tegas Rusmin.

Rusmin mengakui, belakangan ini sedang terjadi perang lembaga survei yang menyangkut elektabilitas partai dan capres, bahkan ada partai yang terus tepuruk dan mengalami degradasi akibat prilaku elite partai sendiri. Kondisi inilah yang membuat banyak elite partai melakukan migrasi politik.

"Saya percaya migrasi politik ini akan menjadi trend sepanjang 2012. Karena itu, CSIS haruas menjaga kredibilitas lembaga dan tidak melakukan kebohongan publik dan  membuat opini menyesatkan," tegas dia.

Sekarang ini, lanjut Rusmin ada fenomena politik baru di masyarakat berupa kerinduan  untuk kembali ke Golkar. Publik merindukan Golkar seperti era Soeharto.
 
"Saya optimistis fenomena maasyarakat ini menjadi  modal utama Golkar merebut kembali kejayaan di masa lalu," demikian Rusmin. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya