Berita

syarief hasan/ist

Syarief Hasan: PKL Mitra Strategis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

KAMIS, 09 FEBRUARI 2012 | 18:52 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Pedagang kaki lima atau yang dikenal dengan PKL adalah mitra strategis pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Komunikasi kedua pihak harus terus ditingkatkan.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan pada peringatan ulang tahun ke-19 Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) di Semarang, Kamis (9/2).

"Masalah komunikasi sebagai satu faktor  yang menyebabkan penggusuran terhadap PKL di beberapa wilayah. Untuk itu pola komunikasi yang intensif harus ditingkatkan," katanya.


Menurut dia, sebagai mitra pemerintah, PKL harus tertib, rapih dan mau diatur demi kepentingan yang lebih besar. Bila hal tersebut dilakukan, otomatis tidak ada penggusuran.

Dalam membangun ekonomi Indonesia, jelas Syarief, pemerintah mengambil kebijakan tengah, bukan kapitalis atau otoritarian, termasuk di dalamnya pemberian stimulan untuk ekonomi rakyat.

Untuk menggerakkan perekonomian butuh kerja sama pemerintah maupun swasta baik dalam maupun luar negeri. Pemerintah sesungguhnya memberikan stimulan bagi ekonomi rakyat yaitu berasal dari investasi dan anggaran belanja pemerintah dalam bentuk subsidi dan Kredit Usaha Rakyat

Lagi menurut data, Jawa Tengah menyalurkan KUR hingga Rp 6,7 triliun pada 2011.

"Dengan fasilitas KUR didukung dengan sikap PKL yang tertib, rapih dan bersih saya harap dalam 2-3 tahun mendatang PKL dapat menjadi pengusaha kelas menengah, tujuan kami adalah kesejahteraan," ungkap Menkop.

Menurut Menkop, program pemberdayaan PKL sudah dikerjakan lewat Nota Kesepahaman Bersama Tiga Menteri yaitu Menteri Dalam Negeri, Menteri Perdagangan dan Menteri Koperasi dan UKM pada 27 September 2010 tentang Sinergi Program Pengembangan Ekonomi dan Penataan Lingkungan Perkotaan melalui Pengutan Sektor Usaha Mikro.

Dari data yang ada 4,2 juta PKL dalam naungan APKLI di Jawa Tengah dari total anggota APKLI 25 juta PKL di Indonesia.[ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya