Berita

kyai maman/ist

Kyai Maman Mumpuni Jadi Komisioner Komnas HAM

SENIN, 30 JANUARI 2012 | 18:15 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Seleksi Komisioner Komnas HAM periode 2012-2017 mengundang minat penggiat HAM, Maman Imanulhaq untuk turut serta memperjuangkan penegakan HAM di Indonesia.

Kiprahnya dalam penegakan hak asasi manusia dan pendampingan terhadap sejumlah korban pelanggaran HAM selama bertahun-tahun yang telah mendorong keinginanya untuk memperjuangkan secara langsung melalui Komnas HAM.

Sosok Kyai Maman sangat relevan dengan perkembangan kasus-kasus hak asasi manusia yang terjadi di Indonesia. Meningkatnya kasus-kasus kekerasan berbasis agama dan keyakinan dan mengarah pada pelanggaran hak-hak fundamental warga negara mengharuskan untuk mengembalikan lagi norma-norma hidup bersama tersebut dalam kerangka Pancasila dan Konstitusi sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia.


Disamping itu juga menguatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap etika agama yang humanis dan menebarkan perdamaian.

Sebagai seorang yang akrab di panggil Kyai, dan keterlibatannya dalam gerakan masyarakat sipil Indonesia, Maman Imanulhaq sangat mumpuni di bidang hak asasi manusia, terutama dalam konteks pewarnaan dan pemaknaan HAM dengan nilai-nilai agama Islam. Dengan sentuhan HAM tersebut, Kyai Maman mampu menghadirkan ajaran agama Islam yang toleran dan seiring dengan ke-Indonesiaan yang pluralistik dan beragama.

Tidak hanya itu, secara intens dia juga memajukan dan mempromosikan hak asasi manusia di tataran grass-root, baik di tingkat lokal dan Nasional. Dalam latar belakang lingkungan tradisional NU yang menjadikan kyai Maman ahli di bidang HAM dan diskursus keagamaan menjadi modali bagi Indonesia untuk mengkomunikasikan antara Islam dan HAM di tataran internasional yang pada akhirnya membawa Indonesia sebagai kiblat Islam modern, baik di wilayah Barat dan Timur.

"Perjuangan Indonesia masih panjang, dimana banyak kasus pelanggaran HAM yang tidak kunjung selesai hingga saat ini, termasuk kasus Papua. Untuk itu Perlu pendekatan yang manusiawi dan berasaskan keadilan dalam menyelesaikan kasus Papua. Pendekatan dengan kekerasan tidak akan menghasilkan penyelesaian yang baik bagi kehidupan masyarakat Papua," Kata Maman.

Untuk itu, ia berharap keinginannya untuk menjadi komisioner Komnas HAM merupakan panggilan kemanusiaan dan penegakan keadilan bagi semua anak bangsa. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Merawat Tradisi Intelektual Mahasiswa Lewat Peluncuran Buku Pergerakan

Senin, 06 Juli 2026 | 03:59

Demokrasi Liberal dan Benteng Oligarki

Senin, 06 Juli 2026 | 03:43

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Sistem Tata Kelola

Senin, 06 Juli 2026 | 03:20

Polresta Bandara Soetta Bongkar Home Industry Vape Isi Ganja Beromzet Miliaran

Senin, 06 Juli 2026 | 02:59

Manifesto AJIP Bali: Ketika Pariwisata Kehilangan Arah

Senin, 06 Juli 2026 | 02:35

Perpres 111/2025 soal LGBT Ancaman Nirmiliter jadi Langkah Preventif Terukur

Senin, 06 Juli 2026 | 02:12

Nyali Semesta: Ali Khamenei dan Puncak Kepemimpinan Transendental

Senin, 06 Juli 2026 | 01:57

UMKM dan Budaya Minangkabau Bergaung di Malaysia

Senin, 06 Juli 2026 | 01:40

Jaksa telah Berubah Menjadi Pengacara Jokowi

Senin, 06 Juli 2026 | 01:20

Aiptu Sumaryanto jadi Korban Ketiga yang Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Katingan

Senin, 06 Juli 2026 | 00:59

Selengkapnya