Berita

tank leopard/ist

TANK BEKAS BELANDA

Pemerintah Lupa Indonesia 70 Persen Laut?

SELASA, 24 JANUARI 2012 | 12:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Rencana pemerintah lewat Kementerian Pertahanan untuk membeli 100 unit tank Leopard bekas Belanda (50 tipe 2A4 dan 50 tipe 2A6) masih menuai pro dan kontra.

Sejumlah pihak, terutama anggota Komisi I, menilai tank buatan Jerman itu tidak cocok dengan konsep pertahanan dan kondisi geografis Indonesia.

Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Hanura, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, mempertanyakan dasar kementerian pimpinan Purnomo Yusgiantoro memesan tank tersebut.


"Tank dengan berat sekitar 60 ton ini tidak cocok dengan medan Indonesia, dengan 70 persen adalah laut," ujarnya di tengah rapat dengan Menteri Pertahanan dan Panglima TNI di ruangan Komisi I DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 24/1).

Menurutnya akan lebih baik bila peningkatan alat utama sistem persenjataan Indonesia memprioritaskan pendirian markas-markas laut di perbatasan ataupun memperbanyak kapal-kapal patroli.

Beberapa kali, mantan Sekretaris Militer Presiden, TB Hasanuddin, menyebutkan, berat Leopard yang mencapai 63 ton sangat tidak cocok untuk manuver di wilayah geografis Indonesia yang gembur, terpotong-potong bahkan berawa. Tank jenis tersebut juga kurang taktis untuk sistem pertahanan kepulauan seperti di Indonesia.

Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan kembali perintah Presiden di tahun 2010 bahwa pengembangan alat utama sistem persenjataan menggunakan produk PT Pindad yang notabene telah mengembangkan Medium Tank (23 ton) dan sudah menjadi prototipe.

"Buatan Pindad lebih ringan, lincah dan murah karena diproduksi anak bangsa. Kita setuju TNI dilengkapi Alutsista yang canggih, tapi harus cocok dengan doktrin pertahanan dan karakter geografis atau medan di Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro berdalih bahwa rencana pembelian tank tersebut merupakan permintaan TNI Angkatan Darat.[ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya