Sudah lebih dari 40 hari puluhan warga Pulau Padang, Riau, menggelar demonstrasi di depan kompleks wakil rakyat di Senayan. Sudah selama itu pula beberapa dari mereka menjahit mulut sebagai bentuk protes atas kasus pertanahan yang terjadi di kampung halaman mereka.
Bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), demonstrasi yang sudah berlangsung berpuluh-puluh hari ini amat memprihatinkan. Terlebih karena DPR yang menjadi tujuan utama demonstran tidak memberikan perhatian yang serius.
"Semestinya warga yang melakukan aksi ke DPR ini difasilitasi," ujar Ketua Fraksi PKS Mustafa Kamal, kemarin (Jumat, 20/1).
Menurut Mustafa Kamal, kompleks wakil rakyat adalah rumah rakyat dan rumah aspirasi. Sehingga rakyat dari kelompok manapun bisa memasuki dan menyampaikan aspirasi baik secara perorangan maupun kelompok.
"Sebaiknya, siapa yang datang berdemo, difasilitasi, disediakan panggung, sound system, tenda dan sebagainya," ujar Mustafa Kamal lagi.
Ia membandingkan perhatian DPR terhadap kebun rusa dengan sambutan yang diberikan kepada demonstran.
"Kebun rusa aja dirawat dan diperhatikan. Kenapa masyarakat tidak diperlakukan demikian," tanya dia.
Usul membangun panggung untuk masyarakat yang datang ke DPR dalam menyampaikan aspirasi tersebut sudah diusulkan PKS tahun lalu. Namun belum juga direalisasikan hingga hari ini.
"Malah ruang Badan Anggaran yang direnovasi dengan miliaran rupiah," demikian Mustafa Kamal. [guh]