adhie massardi/ist
adhie massardi/ist
RMOL. Pengakuan Nazaruddin kabur ke luar negeri gara-gara ribut sama Cikeas (SBY), dan bukan lari karena dituduh terlibat skandal suap Wisma Atlet di kantor Andi Mallarangeng, sebenarnya bukan hal baru. Kalangan DPR dan aktivis anti-korupsi sudah lama tahu soal ini.
"Saya juga mendengar kabar itu. Nazar ribut sama SBY yang sempat gebrak-gebrak meja karena dia tidak mau dijadikan tumbal sendirian, hanya demi pencitraan Presiden Yudhoyono," ungkap Adhie Massardi, aktivis gerakan anti-korupsi kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 18/1).
Sebab, ungkap Adhie, sepak terjang bendahara umum partai politik pasti atas persetujuan sekjen, ketua umum partai, dan disetujui atau minimal diketahui ketua dewan pembina.
Populer
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26
Senin, 29 Juni 2026 | 00:00
Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23
Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30
Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59
Senin, 29 Juni 2026 | 15:05
Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45
UPDATE
Senin, 06 Juli 2026 | 14:25
Senin, 06 Juli 2026 | 14:23
Senin, 06 Juli 2026 | 14:13
Senin, 06 Juli 2026 | 13:59
Senin, 06 Juli 2026 | 13:57
Senin, 06 Juli 2026 | 13:51
Senin, 06 Juli 2026 | 13:49
Senin, 06 Juli 2026 | 13:40
Senin, 06 Juli 2026 | 13:36
Senin, 06 Juli 2026 | 13:27