RMOL. Sebuah kutipan yang diukir di monumen Martin Luther King Jr, di Washington, akan segera diganti. Prasasti itu dikritik karena tidak secara akurat mencerminkan kata-kata King, pemimpin dan pejuang hak-hak sipil AS.
Prasasti saat ini berbunyi: "Saya adalah genderang bagi keadilan, perdamaian dan kebenaran." Ungkapan ini menjadi kontroversi, setelah monumen ini dibuka pada bulan Agustus lalu. Kutipam ini dimodifikasi dari pidato King yang sangat terkenal "Mayor Drum Instinct". Ketika itu, Februari 1968, King berusia 39 tahun, ia menjelaskan kepada jemaatnya di Atlanta mengenai bagaimana dia ingin dikenang pada saat pemakamannya. Dua bulan setelah pidato itu, ia dibunuh di Memphis.
"Versi terpotong itu membuat King terdengar sangat arogan," ujar penyair Maya Angelou, seperti dilansir Guardian, Sabtu (14/1).
Pada prasati saat ini, kata-kata King tampaknya memang lebih sederhana dari kutipan pidatonya: "Ya, jika Anda ingin mengatakan bahwa saya adalah sebuah genderang, katakan bahwa saya genderang untuk keadilan, katakanlah bahwa saya genderang bagi perdamaian... saya genderang bagi kebenaran." Tapi kesan arogan memang terlihat dalam kutipan yang lebih pendek.
Sekretaris Departemen Dalam Negeri AS, Ken Salazar mengatakan, pihaknya telah memutuskan untuk mengubah kutipan itu.
"Kami akan menambahkan kalimat yang akan dipilih dengan lebih hati-hati. Kutipan baru akan lebih menegaskan perannya di Amerika selama pertengahan abad ke-20 sebagai pemimpin dan advokat sosial untuk kebebasan, keadilan, harapan dan perdamaian," demikian Salazar.
[arp]