Berita

zaenal maarif/ist

PEMBOROSAN DPR

Eks Wakil Ketua DPR: Ada Kejanggalan, Marzuki Alie Cs Seperti Cuci Tangan

Banyak Kepentingan Bermain
SABTU, 14 JANUARI 2012 | 11:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Ketua DPR sekaligus Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR, Marzuki Alie, memberi peringatan keras tertulis kepada Sekjen DPR Nining Indra Saleh. Alasannya, setiap pembelian barang untuk DPR yang bisa menimbulkan masalah tidak dibicarakan dulu ke pimpinan DPR. Dia terutama menyorot renovasi ruangan rapat Banggar senilai Rp 20 miliar.

Marzuki juga menyebut Nining Indra Saleh gagal menjembatani komunikasi BURT dengan semua fraksi DPR. Marzuki Alie juga mengusulkan pencopotan Nining kepada Presiden melalui Sekretaris Kabinet Dipo Alam. Dia mengaku peringatan keras kepada Sekjen DPR sudah dikomunikasikan dan disepakati pimpinan DPR, antara lain Pramono Anung, Priyo Budi Santoso, Anis Matta, dan Taufik Kurniawan.

Mantan Wakil Ketua DPR, Zaenal Maarif, yang pernah membawahi urusan BURT di DPR mengaku heran terhadap sikap Marzuki. Berdasar pengalamannya, tiap rencana pembangunan gedung DPR selalu dibicarakan di BURT bersama Setjen, kemudian mesti dilaporkan ke pimpinan DPR. Sedangkan Setjen DPR hanyalah pelaksana pembangunan.


"Maka terhadap pembangunan ruang rapat Rp 20 miliar itu saya bertanya apakah proses itu sudah dijalani," ucapnya saat dihubungi Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Sabtu, 14/1).

Maka itu dia menilai banyak kejanggalan atas sikap Marzuki Alie dan para pimpinan DPR yang seolah terkejut dengan rencana renovasi fasilitas DPR itu.

"Dalam konteks ini, paling tidak Ketua BURT alias Marzuki Alie atau Wakil Ketua DPR itu pasti tahu. Masa tidak lalui BURT? Pembangunan atas keputusan Sekjen sendiri rasanya enggak mungkin," terangnya.

Mantan politisi Partai Demokrat ini juga meminta publik lebih jernih menilai Sekjen DPR yang faktanya punya dua bos (Presiden dan pimpinan DPR) serta dalam tugas-tugasnya terkait dengan banyak menteri seperti Menteri Keuangan, Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Sekretaris Negara.

"Karena dia punya dua bos. Membangun dengan Rp 20 miliar seperti itu harus ada pengertian dari BURT. Di tingkat menteri dia (Sekjen) pun punya bos-bos. Ini banyak kejanggalan dan mungkin ada kepentingan lain di luar DPR," terangnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya