Berita

kerajinan pasir/rmol

Kerajinan Pasir Cantik di Tengah Nuansa Imlek Medan

SENIN, 09 JANUARI 2012 | 14:40 WIB | LAPORAN:

RMOL. Malam itu, di kawasan CBD Polonia Medan, suasana sangat kental dengan warna-warna merah dan emas. Semakin semarak dengan pernak-pernik China seperti lampion dan patung naga. Ya, nuansa Imlek sudah dirasakan warga Medan.

Memang, Imlek masih bulan depan, namun nuansa Imlek begitu terasa lantaran mulai dari 7 Januari 2012, hingga sepuluh hari kemudian, diadakan Imlek Fair di Kota Medan.

Di Imlek Fair kali ini, juga dipamerkan berbagai usaha kecil dan menengah dan koperasi se-Kota Medan. Selain itu, kesenian-kesenian khas negeri Tirai Bambu diperkenalkan disana. Agar para pengunjung tak kelaparan, panitia juga menyediakan stand khusus makanan khas dari China ataupun Medan.


Imlek Fair menjadi semakin meriah, lantaran dibuka secara langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan. Turut hadir dalam pembukaan tersebut, politisi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana dan Ruhut Sitompul.

Diantara stand koperasi dan UKM, ada satu stand yang cukup menarik perhatian. Stand berukuran tak lebih dari 3x3 meter. Sedikit sekali hiasan Imlek di stand ini, hanya ada beberapa kaligrafi China saja dan memamerkan karya seni pasir dalam berbagai bentuk.

Stand itu diisi oleh seorang pria. Pria itu bernama Hendrik. Ia besar dan lahir di Medan. Hendrik menjaga stand itu karena sang ayah, Leo belum sampai di lokasi pameran.

Hendrik mengatakan, kerajinan seni pasir yang digeluti ayahnya sudah dimulai dari tahun 2001. Kala itu, sang Ayah yang kerap menjelajahi pantai tertarik untuk mengumpulkan pasir.

Hingga suatu ketika, sang Ayah berniat membangun kerajinan pajangan meja. Kerajinan yang dibuat Leo memang spesial, lantaran dibuat menjulang ke atas tanpa menggunakan rangka besi, seperti halnya yang dilakukan kerajinan lainnya.

"Kerajinan pasir ini dibuat dengan lem super keras. Kalau di Medan namanya lem setan. Dalam pengerjaannya, kadang ayah menggunakan tulang ikan dan batu alam untuk membuat kerajinannya lebih variatif," ujar Hendrik saat ditemui Rakyat Merdeka Online di Imlek Fair, Polonia, Medan beberapa waktu lalu.

Pengerjaannya variatif, bisa seminggu bahkan sebulan. Semua tergantung tingkat kesulitan yang ada.

Soal harga, ini yang fantastis. Ada satu kerajinan yang tingginya tak lebih dari 1 meter mencapai harga Rp 38 Juta. Namun, rata-rata harganya jutaan rupiah.

Meskipun harganya menjulang, namun sampai saat ini, kerajinan seni pasir ini tak sepi peminat. "Biasanya yang beli dari mulut ke mulut. Dan kini dijadikan mata pencaharian pokok oleh ayah," lanjutnya.

Lalu apakah sudah ada bantuan dari pihak terkait?
[arp]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya