Berita

presiden sby/ist

RAPOR MERAH SBY

Benny Harman: Hasil Survei LSI Jadi Masukan Saja

SENIN, 09 JANUARI 2012 | 12:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Pada Desember 2011, persepsi publik pada penegakan hukum nasional menurun drastis. Menurut hasil riset Lembaga Survei Indonesia (LSI), proporsi publik yang menilai kondisi penegakan hukum di Indonesia "buruk" atau "sangat buruk" jauh lebih besar ketimbang yang menilai "baik". Begitu juga proporsi publik yang menilai kinerja pemeritahan SBY dalam pemberantasan korupsi.

Ketua Komisi Hukum DPR Benny Harman yang juga kader Partai Demokrat binaan SBY menanggapi santai hasil survei itu.

"Itu masukan bagi pemerintah SBY, dan penegak hukum, baik kepolisian, kejaksaan, KPK," katanya di gedung DPR, kepada wartawan, Senin siang (9/1).


Dia malah mengatakan, penegakan hukum harus berjalan dalam koridor semestinya, bukan dengan persepsi.

"Demokrasi kita harus sesuai dengan hukum, tidak bisa persepsi dan katanya-katanya," jelasnya.

Direktur Eksekutif LSI, Dodi Ambardi mengungkapkan, untuk pertama kalinya sejak 2005 mayoritas publik menganggap kinerja penegakan hukum di era Presiden SBY sangat buruk. Hasil survei pada Desember 2011, hanya 1,9 persen responden menjawab penegakan hukum sangat baik. Yang menjawab baik 31,3 persen, kategori sedang 18 persen, buruk 32,6 persen, sangat buruk 9,8 dan tidak jawab/tidak tahu sebanyak 6,3 persen.

Menurut Dodi, latar belakang pendidikan sudah tak lagi menjadi pembeda dalam menilai kinerja pemerintahan SBY. Artinya mulai dari masyarakat yang cuma berpendidikan paling rendah, yakni sekolah dasar (SD), sampai tertinggi di universitas semua sudah sama penilaiannya.

"Tidak peduli SD, SLTP, SMA, ataupun kuliah, mereka menilai kinerja pemerintah buruk. Ini juga bukti bahwa penilaian buruk ini bukan sekedar gejala kelas menengah dan perkotaan, tapi juga gejala di seluruh lapisan masyarakat," demikian Dodi

Survei itu mengambil sample sebanyak 1.220 responden. Diperkirakan margin of error plus-minus 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden diwawancara pada 8-17 Desember 2011.[ald] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya