Berita

ilustrasi, Frekuensi 3G

Bisnis

Potensi Pendapatan Dari Frekuensi 3G Capai 130 T

Axis Dan Telkomsel Siap Diaudit
SENIN, 09 JANUARI 2012 | 08:50 WIB

RMOL. Para operator seluler me­nya­takan siap dengan rencana audit pe­nataan frekuensi 3G oleh Kementerian Infor­masi dan Komunikasi (Kemen­ko­minfo). General Manager (GM) Cor­porate Commu­nication Telkomsel Ri­cardo Indra me­ngatakan, spektrum 3G yang dimilikinya sudah sesuai ketentuan pemerintah.

   “Kita memiliki spektrum frekuensi 3G itu melalui tender,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, kata Ricardo, keputusan Kementerian Komunikasi dan In­for­matika pada Desember lalu yang me­netapkan Telkomsel pada blok 4 dan 5 dinilai sudah tepat sehingga pihaknya tidak perlu pindah blok.

Hal yang sama dikemukakan Head of Cor­porate Communication Axis Anita Avianty. Dia mengaku spektrum fre­kuensi 3G Axis sudah sesuai ketentuan peme­rintah.

“Tdak ada proses rekayasa antara Axis maupun peme­rin­tah dalam penentuan frekuensi 3G. Itu sudah ke­putusan pemerintah. Kami hanya men­jalankan semua ketentuan yang harus diikuti,” kata Anita.

Terkait mekanismenya, Axis mengaku proses mendapatkan frekuensi 3G dilakukan secara terbuka di hadapan semua operator Tanah Air. Bahkan un­tuk men­da­patkan blok kedua te­rsebut, Axis harus me­rogoh kocek Rp 320 miliar. Biaya ter­sebut lebih tinggi di­bandingkan harga fre­kuensi yang dulu didapatkan sebesar Rp 160 miliar.

“Itupun di luar biaya ta­hunan (annual fee) sebesar Rp 46 miliar per tahun,” tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Center For In­donesian Telecommunications Regu­la­tions Study (CITRUS) Asmiati Rasyid meminta audit khusus terhadap spek­trum frekuensi 3G. Hal itu terkait pemberian frekuensi 3G tambahan kepada Axis dan Tri.

Asmiati menilai, pemerintah terkesan tidak konsisten dalam menata spektrum 3G. Oleh sebab itu, dia meminta agar KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) turun tangan mengaudit keluarnya kebijakan tersebut.

Disebutkan, obral spektrum di In­donesia tak lepas dari murahnya harga spektrum. Seharusnya harga satu blok frekuensi sebesar 10 megaherzt (MHz) itu Rp 5 triliun. Jika harga ini diberla­kukan, potensi pendapatan pemerintah bisa mencapai Rp 350 triliun.

Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemko­min­fo Gatot S Dewa Broto membantah ada pelanggaran aturan terkait penen­tuan spektrum tambahan frekuensi 3G un­tuk Axis dan Tri. Semua proses menda­pat­kan frekuensi tersebut sudah me­menuhi ke­tentuan.

“Sebenarnya, frekuensi itu me­mang hak mereka. Axis dan Tri pada tahun 2006 lalu pernah me­ngem­balikan fre­kuensi tersebut. Jika tidak dikem­ba­likan, biaya yang dike­luarkan semakin be­sar karena me­reka pun belum me­makai frekuensi ter­sebut,” kata Gatot.

Menurut Gatot, penataan frekuensi 3G hingga saat ini memang masih belum final meski semua operator sudah men­dapat jatah frekuensi 3G masing-masing. Nantinya, pemerintah bakal menggelar tender yang diawali dengan proses seleksi pengambilan blok 11 dan 12 yang bisa diikuti oleh semua operator yang berminat. Tiga bulan kemudian, pe­me­rintah akan mengatur semua frekuensi 3G.  [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya