Berita

pssi/ist

Diduga Kuat PSSI Jadi Predator bagi Diego Michiels

SABTU, 07 JANUARI 2012 | 12:47 WIB | LAPORAN:

RMOL. Hanya dalam hitungan jam, Diego Michiels berubah pikiran. Kamis pagi (29/12) tahun 2011, dia masih mengirim pesan pendek dan meminta maaf kepada pelatih Pelita Jaya, Djajang Nurjaman. Namun sore harinya, pemain keturunan Indonesia-Belanda ini sudah mengajukan pengunduran diri secara sepihak.

Ron Rovel, agen Diego di Belanda, menilai Diego dalam posisi tidak stabil. Selain karena usia masih muda, 21 tahun, Diego juga menjalani hidup tanpa orang tua, dan tentu saja merasakan pengalaman yang berbeda berada di negara Indonesia. Karena itu, Ron yakin benar ada pihak-pihak yang memaksa dan mendorong Diego untuk memutuskan kontrak secara sepihak dengan Pelita Jaya.

"...obviously made him an easy target for predators making him lose his head by resigning without even knowing the consequences," tulis Ron dalam pesan elektroniknya (Senin, 2/1).


Lalu siapakah predator, meminjam istilah Ron, yang memaksa dan mendorong pemain kelahiran Belanda itu untuk melanggar kontrak? Apalagi masa kontrak dengan Pelita Jaya itu masih lama; dimulai pada 1 Februrai 2011 dan baru akan berakhir pada 31 Januari 2014.

Dalam surat pengunduran diri Diego kepada Pelita Jaya tertanggal  29 Desember 2011, tertulis salinan yang ditujukan kepada empat pengurus Persatuan Seluruh Sepakbola Indonesia (PSSI). Keempat orang dimaksud adalah Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Ketua Komisi Disiplin Bernhard Limbong, Ketua Komite Kompetisi Sihar Sitorus dan Koordinator Timnas Bob Hippy.

Tidak heran bila Manager Pelita Jaya, Lalu Mara Satria Wangsa, yakin bila ada pengurus PSSI berada di balik pengunduran Diego tersebut. Untuk memutus kontrak, Diego terlihat jelas sudah dibantu oleh pengurus PSSI yang secara sengaja maupun tidak sengaja melakukan tindak kejahatan olahraga, yang menjunjung tinggi semangat fairness dan respect.

Keterlibatan PSSI di balik langkah Diego ini diperkuat dengan keterangan tertulis dari Media Officer Persija Jakarta, Amira Kareem, tertanggal 4 Januari 2012. Dalam paragraf pertama di bawah keterangan tertulis yang diberi judul "Diego Michiels Bergabung di Persija Jakarta" itu disebutkan bahwa "atas izin dari PSSI, kami Persija akan mengontrak pemain berdarah Indonesia-Belanda, Diego Michiels dalam musim ini."

Bila benar PSSI berada di balik langkah Diego, maka PSSI akan terkena sanksi. Sebab dalam artikel 14 Regulations on The Status and Transfer of Player disebutkan bahwa siapapun yang mendorong dan memfasilitasi seorang pemain profesional untuk memutuskan kontrak dengan klub maka akan mendapatkan sanksi dari FIFA. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak Demi Penataan Kawasan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:59

Lahan Huntap Korban Bencana Harus Segera Dituntaskan

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:52

Ini Identitas Delapan Orang dan Barbuk OTT Pejabat Pajak Jakut

Minggu, 11 Januari 2026 | 07:12

Larangan Tambang Emas Rakyat, Kegagalan Baca Realitas

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:58

Pelapor Pandji Dianggap Klaim Sepihak dan Mencatut Nama NU

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:30

Romantisme Demokrasi Elektoral dan Keliru Baca Kedaulatan

Minggu, 11 Januari 2026 | 06:08

Invasi AS ke Venezuela Bisa Bikin Biaya Logistik Internasional Bengkak

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:45

Khofifah Ajak Pramuka Jatim Sukseskan Ketahanan Pangan dan MBG

Minggu, 11 Januari 2026 | 05:23

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Klok Dkk Siap Melumat Persija Demi Amankan Posisi

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:40

Selengkapnya