ilustrasi
ilustrasi
RMOL. Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) memandang industri pertambangan mineral dan batubara masih sebagai pendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Di sektor tersebut tertampung ribuan tenaga kerja, dialiri triliunan dana baik pajak maupun non-pajak, dan begitu pula pembangunan wilayah terpencil di sekitar tambang. Tapi sayangnya, masih ada beberapa hal yang belum sejalan. Tumpang tindih lahan antar departemen, misalnya, masih terjadi dan terkadang menjadi pemicu ketidakharmonisan dengan masyarakat.
"Belum lagi masalah disparitas pengetahuan pertambangan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah," tegas Ketua Umum IAGI, Rovicky Dwi Putrohari, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta (Kamis, 5/1).
Populer
Minggu, 05 April 2026 | 09:04
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Sabtu, 04 April 2026 | 02:23
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
UPDATE
Senin, 06 April 2026 | 18:15
Senin, 06 April 2026 | 17:59
Senin, 06 April 2026 | 17:45
Senin, 06 April 2026 | 17:45
Senin, 06 April 2026 | 17:37
Senin, 06 April 2026 | 17:25
Senin, 06 April 2026 | 17:21
Senin, 06 April 2026 | 17:12
Senin, 06 April 2026 | 16:59
Senin, 06 April 2026 | 16:55