Berita

PBNU Bantah Gagal Bangun Sikap Toleransi di Kalangan Nahdliyyin

MINGGU, 01 JANUARI 2012 | 11:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Bagi Nahdlatul Ulama, persoalan perbedaan mazhab antarsesama umat Islam dan bahkan perbedaan keyakinan antarumat beragama sudah selesai. NU sudah lama mendiskusikannya. Bahkan terdapat lembaga khusus Bahtsul Masail yang mengkaji dan mendiskusikan masalah tersebut di kalangan NU.

"Kalau di NU itu, pemahaman perbedaan agama, perbedaan mazhab itu selesai di tingkat diskusi. Ada istilah Bahtsul Masail. Makanya banyak buku-buku yang ditulis oleh kiai-kiai NU, santri terkait dengan non muslim, terkait dengan non ahlu sunnah
wal jamaah," jelas Jurubicara PBNU Sultan Fatoni kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Dengan adanya pengkajian itu, NU menunjung tinggi serta menghormati perbedaan yang ada di tengah masyarakat. Karena itu dia membantah, NU disebut gagal dalam menjaga toleransi karena adanya pembakaran pesantren Syiah di Sampang, yang merupakan basis NU.

Dengan adanya pengkajian itu, NU menunjung tinggi serta menghormati perbedaan yang ada di tengah masyarakat. Karena itu dia membantah, NU disebut gagal dalam menjaga toleransi karena adanya pembakaran pesantren Syiah di Sampang, yang merupakan basis NU.

"Kalau ada gerakan masif se-Indonesia melakukan hal yang sama kayak gitu, baru NU secara struktur bisa dikatakan gagal. Wong ini kasus sosial kecil yang pemicunya bukan persoalan agama. Persoalan agama itu hanya jadi tunggangan saja," ungkapnya.

Apalagi, tegasnya, di Madura itu kiai sangat mengontrol masyarakat. Dan tidak mungkin kiai NU menggerakkan masyarakat membakar pesantren Syiah. Makanya, dia yakin, ada design oleh kelompok yang berkepentingan terkait dengan aksi pembakaran itu. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Sinopsis Bapak Paling Jujur, Film Komedi Satir Politik Dibintangi Andovi Da Lopez

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:29

KPK Amankan Uang Rp1 Miliar saat OTT Bupati Klaten

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:26

Profil Letjen Kristomei Sianturi, Kepala BNPB yang Baru Dilantik Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:13

Danantara Guyur Rp1,79 Triliun per Tahun untuk Beasiswa Dokter Spesialis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:06

Utang Subsidi Pemerintah ke PT Pupuk Indonesia Bengkak

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:55

20 Orang Terjaring OTT KPK, Ada Bupati Klaten hingga ASN BPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:45

Survei Adidaya Institute: Mayoritas Puas dengan Kinerja Presiden Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:43

Jalur Darat dan Sumur Bor Disiapkan untuk Tangani Karhutla Tanjung Puting

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:34

JXB Perkuat Promosi Pariwisata Menuju 5 Abad Jakarta

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:26

Kopdes Merah Putih Pekerjaan Besar Lintas Kementerian dan BUMN

Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:23

Selengkapnya