Berita

ilustrasi/ist

Atas Nama Penegakan Hukum, Negara Pun Jadi Centeng Pengusaha

SABTU, 31 DESEMBER 2011 | 12:25 WIB | LAPORAN:

RMOL. Tahun 2011 ditutup dengan serangkian peristiwa kekerasan yang memilukan. Lebih ironis tindak kekerasan tersebut dilakukan oleh negara terhadap rakyatnya sendiri.

Kasus kekerasan di Mesuji dan Bima, misalnya, hanya merupakan puncak gunung es dari banyaknya kasus kekerasan yang dilakukan oleh negara terhadap warga negara. Negara yang seharusnya melindungi rakyat justru menjadi centeng pengusaha yang menghilangkan nyawa warga atas nama penegakkan hukum.  

Sebagaimana disebutkan dalam Refleksi Akhir Tahun 2011 Urban Poor Consortium (UPR) kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 31/12), faktor pemicu dari kasus-kasus tersebut adalah konflik perebutan lahan yang dilakukan pengusaha terhadap lahan milik warga. Padahal bagi rakyat, lahan bukan saja menjadi tempat tinggal tetapi juga sumber kehidupan. Lahan merupakan bagian dari budaya dan masa depan rakyat.  


Sayang, bagi pengusaha dan penguasa, lahan hanya sebagai angka-angka yang bisa
dikomersilkan untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya. karena itu terjadi tabrakan kepentingan yang berakhir dengan kekerasan. Dalam situasi ini, negara justru menjadi centeng pengusaha dan melindungi kepentingan pemilik modal.

Selain di terjadi di daerah, kekerasan negara terhadap rakyat miskin yang dipicu oleh konflik tanah juga sering terjadi di kota. Ruang kota sudah dikapling oleh pemilik modal yang dibeking oleh penguasa. Rakyat  miskin pun semakin terpinggir ke kampung kampung kumuh. Bahkan mereka kemudian dianggap illegal di negaranya sendiri. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya