ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL.Sepekan sudah Korea Utara (Korut) ditinggal Kim Jong-il. Selama itu pula Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan memantau situasi di sana. Mereka menyimpulkan, transisi kekuasaan di negara tertutup itu bakal mulus di tengah meningkatnya dukungan rakyat kepada putra bungsu Kim Jong-il, Kim Jong-un.
Mulusnya proses transisi kekuasaan dari mendiang Kim Jong-il ke Kim Jong-un terlihat daÂri situasi keamanan Korut yang kondusif. Baik militer AS mauÂpun Korsel tidak melihat perÂgerakan aneh militer baik di ibuÂkota Pyongyang maupun di seÂpanjang perbatasan.
Dari Washington, juru bicara Pentagon George Little berharap, transisi akan terus berjalan lancar. AS hingga kini tidak berencana menambah pasukannya di KorÂsel. Adapun Presiden Korsel Lee Myung-bak meÂyakinkan PyongÂyang bahwa mereka tidak berÂmusuhan.
“Kami terus memonitor situasi. Kami beroperasi sebagaimana biasanya di kawasan,†kata KoÂmodor Ron Steiner, juru bicara Armada 7 AS berbasis di Jepang.
Tangisan dramatis warga terus berlangsung di pusat-pusat kaÂwasan berkabung, didirikan peÂmerintah di kota hingga ke peÂlosok desa. Suasana ini masih akan ditemui hingga 29 DeÂsemÂber, hari terakhir berkabung naÂsional setelah Kim Jong-il diÂmakamkan pada 28 Desember. Total masa berkabung, 10 hari sejak diumumkannya kematian Kim Jong-il di media pada 19 Desember.
Yang tak disangka adalah rakÂyat Korut tidak begitu sulit pindah ke lain hati dari peÂmimpin yang meÂreka juluki the Dear Leader (Pemimpin TerÂsayang).
“Kami merasakan kesedihan saÂngat luar biasa setelah kehilaÂngan peÂmimÂpin. Tapi kami tidak hanya meÂnangisi kepergiannya (Kim Jong-il),†kata Sok Kil-nam (24) pekerja di perusahaan baja kepada AssoÂciated Press.
“Selama kami memiliki kameÂrad Kim Jong-un, penghormatan terhadap Jenderal Kim Jong-il terus berlanjut, sehingga kami akan melanjutkan hidup dan tidak akan meninggalkan pekerÂjaan,†imbuhnya.
Namun, kecemasan meliputi masyarakat biasa terkait kebiÂjakan Korut melarang pemilik perahu China membawa turis di sepanÂjang sungai yang berbaÂtasan dengan negara tersebut.
Korut melarang warga asing hadir di pemakaman Kim Jong-il di Kumsusan MeÂmorial PaÂlace, Pyongyang. HaÂnya pesulap JeÂpang, Putri Tenko (51), diÂundang untuk menghadiri acara sakral tersebut.
Kim Jong-Il meninggal Sabtu 17 Desember lalu pada usia 69 tahun akibat serangan jantung di dalam kereta pribadinya. MeÂnurut media Korut, dia keÂlelahan karena melakukan perÂjalanan untuk memberikan peÂngarahan. [Harian Rakyat Merdeka]
Populer
Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
UPDATE
Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14
Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04
Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33
Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27
Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10
Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52
Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41
Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34
Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22
Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06