Berita

PUNK BELANDA/RMOL

Kedutaan Besar Indonesia di Den Haag Jadi Sasaran Demo Komunitas Punk Belanda

SABTU, 24 DESEMBER 2011 | 09:31 WIB | LAPORAN:

RMOL. Penangkapan dan penganiayaan komunitas Punk oleh polisi Syariat di Aceh mengundang solidaritas komunitas Punk dari berbagai penjuru dunia, termasuk di Belanda.

Komunitas Punk di Belanda mengadakan demonstrasi di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag, Tobias  Asserlaan 8, Den Haag. Demonstrasi kelompok Punk Belanda, yang diikuti 10 orang ini digelar pada pukul 14.00 sampai dengan pukul 18.00 waktu setempat (Jumat, 23/12).

Dalam selebaran yang dibagi-bagikan kepada orang-orang yang lewat di depan KBRI Den Haag, antara lain, disebutkan bahwa polisi di wilayah Aceh telah menangkap sebanyak 64 orang muda Punk, saat menggelar konser untuk amal: "Atjeh voor punk".
Disebutkan juga dalam selebaran itu bahwa polisi Aceh melakukan kekerasan terhadap para Punk muda Aceh dengan memaksa mereka menanggalkan pakaian dan menyuruh mereka membersihkan diri dengan mandi di kali setempat. Dan selama sepuluh hari mereka ditahan dan "dibina kembali" (heropvoeding) di Sekolah Polisi Negara. Padahal mereka tidak melakukan tindakan kriminal apapun.

Disebutkan juga dalam selebaran itu bahwa polisi Aceh melakukan kekerasan terhadap para Punk muda Aceh dengan memaksa mereka menanggalkan pakaian dan menyuruh mereka membersihkan diri dengan mandi di kali setempat. Dan selama sepuluh hari mereka ditahan dan "dibina kembali" (heropvoeding) di Sekolah Polisi Negara. Padahal mereka tidak melakukan tindakan kriminal apapun.

"Penangkapan terhadap anak-anak muda Punk Aceh adalah pelanggaran hak-hak asasi manusia," begitu pesan dalam selebaran tersebut.

Komunitas Punk Belanda ini memprotes penangkapan anak-anak muda Punk Aceh berdasarkan kaidah suatu agama.

"Di bawah motto 'Punx Unite' kami berdiri di depan Kedutaan Besar Indonesia untuk memperlihatkan rasa solidaritas kami terhadap anak-anak muda PUNK Aceh. "Punk is Freedom! Religion is opression! Punk Will Never Die!," demikian pesan mereka. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

DPR Dukung Pasutri Gugat Aturan Kuota Internet Hangus ke MK

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:51

Partai Masyumi: Integritas Lemah Suburkan Politik Ijon

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:28

Celios Usulkan Efisiensi Cegah APBN 2026 Babak Belur

Jumat, 02 Januari 2026 | 23:09

Turkmenistan Legalkan Kripto Demi Sokong Ekonomi

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:39

Indonesia Kehilangan Peradaban

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:18

Presiden Prabowo Diminta Masifkan Pendidikan Anti Suap

Jumat, 02 Januari 2026 | 22:11

Jalan dan Jembatan Nasional di 3 Provinsi Sumatera Rampung 100 Persen

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:55

Demokrat: Diam Terhadap Fitnah Bisa Dianggap Pembenaran

Jumat, 02 Januari 2026 | 21:42

China Hentikan One Child Policy, Kini Kejar Angka Kelahiran

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:44

Ide Koalisi Permanen Pernah Gagal di Era Jokowi

Jumat, 02 Januari 2026 | 20:22

Selengkapnya