syarif hasan/ist
syarif hasan/ist
RMOL. Pada tahun 2011, Kementerian Koperasi dan UKM memperoleh alokasi APBN sebesar sebesar Rp 1.015.669.666.000. Dari nilai tersebut terdapat anggaran yang tidak dapat dilaksanakan karena masih bertanda bintang (blokir) sampai akhir tahun sebesar Rp 25.195.500.000 atau 2,48 persen.
Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Syarif Hasan, saat menyampaikan laporan pelaksanaan program tahun 2011 dan rencana program tahun 2012 di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (Kamis, 22/12).
"Sehingga anggaran yang dapat dilaksanakan sebesar Rp 990.474.166.000 dan sampai dengan 22 Desember 2011 sudah terealisir sebesar Rp 913.129.324.723 atau 92,19 persen. Sementara sisa anggaran adalah Rp 77.344.841.277 atau 7,81 persen. Sisa Anggaran tersebut berasal dari penghematan penggunaan listrik, telepon dan PAM serta penghematan atau efisensi dari pelaksanaan berbagai kegiatan yang bersifat kontraktual," kata Syarif.
Populer
Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26
Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48
Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06
Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01
Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17
Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37
Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16
UPDATE
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06
Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41
Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41