Berita

syarif hasan/ist

Syarif Hasan Bangga Dapat Opini WTP dari BPK

KAMIS, 22 DESEMBER 2011 | 15:49 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Pada tahun 2011, Kementerian Koperasi dan UKM memperoleh alokasi APBN sebesar sebesar Rp 1.015.669.666.000. Dari nilai tersebut terdapat anggaran yang tidak dapat dilaksanakan karena masih bertanda bintang (blokir) sampai akhir tahun sebesar Rp 25.195.500.000 atau 2,48 persen.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Syarif Hasan, saat menyampaikan laporan pelaksanaan program tahun 2011 dan rencana program tahun 2012 di kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta (Kamis, 22/12).

"Sehingga anggaran yang dapat dilaksanakan sebesar Rp 990.474.166.000 dan sampai dengan 22 Desember 2011 sudah terealisir sebesar Rp 913.129.324.723 atau 92,19 persen. Sementara sisa anggaran adalah Rp 77.344.841.277 atau 7,81 persen. Sisa Anggaran tersebut berasal dari penghematan penggunaan listrik, telepon dan PAM serta penghematan atau efisensi dari pelaksanaan berbagai kegiatan yang bersifat kontraktual," kata Syarif.


Syarif pun cukup merasa bangga. Sebab berdasarkan hasil audit BPK atas laporan keuangan Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2010, telah diberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Pada Tahun 2011, UKP4 juga  melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Inpres 3/2010 dan Inpres 14/2011 khususnya yang terkait dengan lingkup tugas Kementerian Koperasi dan UKM.

Kata Syarif, Inpres 3/2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan, dengan rencana aksi dan capaian sampai dengan B12; sosialisasi KUR kepada masyarakat luas khususnya para pelaku UKM, capaian sebesar 100 persen; penyusunan rencana tindak pendampingan terhadap LKM yang belum berbadan hukum, capaian sebesar 100 persen; penyusunan rencana tindak pembinaan dan pengawasan LKM, capaian sebesar 100 persen.
 
Sementara Inpres 14/2011 tentang Percepatan Pembangunan Nasional 2011, dengan rencana aksi dan  capaian sampai dengan B12; Penguatan kelembagaan Koperasi di kalangan petani, capaian sebesar 106,67 persen; dukungan pemasaran produk Koperasi dan UMKM, capaian sebesar 100 persen; pengembangan Koperasi di perdesaan dan perkotaan, capaian sebesar 111 persen. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya