Berita

dahnil anzar/ist

Seharusnya Ada Pimpinan KPK yang Ahli Ekonomi

SENIN, 12 DESEMBER 2011 | 10:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pemberantasan korupsi tidak bisa dilepaskan dari masalah politik anggaran, baik yang ada di pusat maupun di daerah.

Pengamat ekonomi Dahnil Anzar Simanjuntak, menjelaskan masalah korupsi sangat terkait dengan masalah politik anggaran yang menjadi domainnya legislatif dan eksekutif, baik di pusat dan daerah. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah dan Nasional bahkan banyak yang tidak terserap sesuai dengan kebutuhannya.

“Bahkan banyak ditemukan kalau APBD cuma bisa menopang kurang dari 5 % pertumbuhan ekonomi di daerah tertentu,” Kata Dahnil kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.


Seharusnya dengan modus korupsi berjamaah yang dilakukan  pemerintah daerah dan pusat lewat anggaran pendapatan belanja, KPK bisa melakukan pencegahan lebih awal, seperti lewat regulasi yang ketat dan akuntabilitas anggaran yang dapat diakses langsung siapapun.

"Untuk itu, KPK seharusnya punya juga ahli ekonomi dan transaksi keuangan, untuk menyempurnakan tugas-tugas KPK dalam memberantas korupsi," ujar dosen Fakultas Ekonomi Universitas Tirtayasa Serang, Banten ini.

Dahnil berharap pimpinan KPK baru yang akan dilantik nanti juga bisa menyelesaikan kasus-kasus mafia anggaran yang ada di pusat dan daerah, sehingga APBD dan APBN dapat berkontribusi aktif dalam pertumbuhan ekonomi.

Berbeda dengan pimpinan KPK saat ini yang terdapat pimpinan berlatar belakang ekonomi, yaitu M Jasin dan Haryono Umar, pimpinan KPK yang baru terpilih tidak ada satupun yang mempunyai latar belakang ekonomi. Kelimanya, termasuk Busyro Muqoddas, berlatar belakang hukum. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya