Berita

syahganda nainggolan/ist

Lamban Terima Informasi, Karena SBY Terlalu Banyak Bentuk Lembaga

SENIN, 05 DESEMBER 2011 | 10:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden SBY mengeluhkan cara kerja para menteri yang lamban dalam melaporkan peristiwa seperti kejadian runtuhnya jembatan Kukar. Dia tahu jembatan tersebut runtuh satu jam setelah kejadian itu juga dari pesan singkat dan dari media.

Keluhan itu menjadi bukti bahwa SBY tidak mempunyai manajemen yang bagus. Hal ini sebenarnya bisa dibaca saat SBY membentuk banyak lembaga yang memiliki kemiripan kinerja dengan kementerian dan lembaga nasional yang sudah ada sebelumnya.

"Dia misalnya membuat staf khusus-staf khusus yang banyak. Bidang Otonomi Daerahlah. Kan itu cuman sekadar bayang-bayang, tidak jelas fungsinya. Dia kemudian membuat ada menteri dalam negeri yang punya Dirjen Otonomi Daerah,"  kata Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke-Circle Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 5/12).


Terkait hal tersebut, SBY juga tidak pernah bertanya ke Menteri Dalam Negeri tentang evaluasi pemerintahan daerah. Misalnya tentang evaluasi pelaksanaan Otonomi Khusus Papua. Pasalnya, Depdagri memiliki Ditjen Otda.

"Dia nanya ke Depdagri apakah ada evaluasi tentang Papua, Otsus misalkan. Ini kan nggak ada. Tiba-tiba dia membuat respons dengan membuat UP4B (Unit Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat). Itu menunjukkan SBY tidak punya manajemen," jelasnya.

Karena itulah, Syahganda menegaskan, masyarakat saat ini banyak yang bingung dengan keberadaan lembaga-lembaga bentukan SBY tersebut. Masyarakat tidak bisa membedakan mana lembaga primer dan mana sekunder.

"Misalnya soal gempa Jakarta. Masak yang selalu mengumumkan itu Staf Khusus. Apakah Staf Khusus SBY itu dimaksudkan menjadi institusi sektoral yang paling bertangungjawab untuk soal gempa di Jakarta. Bisa tiba-tiba Staf Bencana memprediksi akan ada gempa di Jakarta. Sebenarnya itu yang membuat tidak jelas," tegasnya.

Menurut Syahganda, keberadaan staf khusus SBY atau lembaga baru bentukan itu hanya boleh membantu. Tapi kementerian atau badang nasional tetap yang jadi penanggung jawab utama.  "(Tapi) SBY nggak jelas. Dia membuat demikian banyak lembaga, akhirnya orang bingung yang mana yang harus lapor," demikian Syahganda.

Keluhan SBY lamban menerima informasi ia sampaikan pada saat menyampaikan kata sambutan sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (2/12).

"Saya mau beri koreksi, sistem pelaporan cepat sering tidak berjalan dengan baik. Saya beri contoh, ketika ada peristwa ambruknya jembatan di Sungai Mahakam, saya terima berita itu dengan SMS yang masuk dan berita di media massa, bukan dari sistem. Padahal itu sudah berjalan satu jam," ungkap SBY. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya