Berita

ist

CENTURYGATE

SBY-Boediono Dimakzulkan Tahun Depan!

SABTU, 03 DESEMBER 2011 | 09:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Keputusan Tim Pengawas (Timwas) Century DPR memperpanjang masa tugasnya satu tahun ke depan adalah upaya DPR yang tidak mau buru-buru memakzulkan Presiden SBY dan  Wakil Presiden Boediono.

"Agak riskan kalau hak menyatakan pendapat dilakukan tahun ini. Situasi politik belum terlalu mendukung. Kalau dilakukan bisa-bisa tidak akan mendapat simpati dari rakyat," ujar Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Sabtu, 3/11).

Menurut dia, sekalipun suasana politik belum mendukung, tapi upaya menunda-nunda hak menyatakan pendapat, yang bisa berujung pada pemakzulan, dalam skandal bailout Bank Century sangat tidak sehat bagi keseluruhan sistem politik kita.


Ia menambahkan, hak menyatakan pendapat agak mungkin dilakukan tahun depan. Selain ada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru, ketegangan politik tahun depan juga akan meninggi. Sementara di sisi lain, kepercayaan terhadap SBY semakin menipis.

"Sekarang partai politik sudah tidak senang dengan SBY. Tapi kalau dilakukan sekarang terlalu terburu-buru. Tahun depan akan dikeraskan. Akan banyak faktor untuk keras kepada SBY," tandasnya. [dem]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya