Berita

ilustrasi/ist

CENTURYGATE

DPR Sama seperti BPK, Masuk Angin!

JUMAT, 25 NOVEMBER 2011 | 19:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dinilai masuk angin. Buktinya, Tim Pengawas (Timwas) Century DPR malah memilih memperpanjang masa tugas setahun ke depan, seiring dengan perpanjangan masa audit forensik aliran dana bailout Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Penilaian tersebut disampaikan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (Maki), Boyamin Saiman, kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Jumat, 25/11). Sebelumnya, Boyamin juga menyebut BPK masuk angin.

Seharusnya, kata dia, Timwas menyikapi perpanjangan waktu audit forensik oleh BPK tidak dengan ikut-ikutan memperpanjang masa tugasnya juga. Tetapi, langsung menyimpulkan hasil kerja-kerja selama ini dan membuat keputusan politik dan membawanya pada Paripurna DPR.


"Mereka punya hak politik tingkat tinggi, kenapa menggantungkan diri kepada BPK," tanya Boyamin.

Kalau tidak masuk angin, kata Boyamin, Timwas sebenarnya bisa mengundang ahli, mengumpulkan mereka, atau membentuk tim dengan tugas mengaudit aliran dana bailout Century seperti yang dilakukan BPK selama ini.

"Nanti kan mereka punya second opinion terhadap hasil audit BPK," tandasnya. [dem]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya