Berita

Golkar: Penyempurnaan Pemilu Tak hanya Soal Kenaikan Ambang Batas Parlemen

RABU, 23 NOVEMBER 2011 | 15:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Diskusi tentang Rancangan Undang-Undang Pemilu di media massa sejauh ini hanya terfokus pada kenaikan parliamentary threshold atau ambang batas perolehan suara partai masuk parlemen. Padahal penyempurnaan sistem Pemilu yang menjadi grand tema RUU Pemilu sebenarnya tidak hanya soal ambang batas.

Terlebih perdebatan tentang ambang batas ini menjadi bias, ketika muncul kecurigaan dari beberapa kalangan yang menyebut kenaikan ambang batas sebagai rencana buruk partai-partai besar untuk menggusur partai lain yang ada di DPR.

"Gagasan naiknya PT (ambang batas) hanyalah salah satu instrumen di antara gagasan-gagasan lain yang akan diperjuangkan di Pansus Pemilu. Oleh sebab itu, akan menjadi produktif, jika wacana tentang perbaikan sistem Pemilu diperluas dengan membuka kemungkinan adanya modifikasi sistem Pemilu menjadi lebih sederhana," jelas anggota Pansus RUU Pemilu Taufiq Hidayat lewat surat elektronik siang ini (Rabu, 23/11).


Pasalnya, kata politikus Golkar ini, masalah utama Pemilu 2009 adalah Pemilu yang rumit dan berbiaya yang mahal. Rumitnya sistem Pemilu ini berakibat langsung pada jenuhnya pemilih terhadap cara memilih dan seringnya Pemilu diadakan.

"Praktik sekarang, dalam sekali masa Pemilu, pemilih dihadapkan pada proses pemilihan anggota legislatif, baik DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Belum lagi Pemilu untuk memilih Presiden, Gubernur, serta Pemilihan Bupati dan Walikota," tandasnya. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya