Berita

ist

MAGANG NASIONAL 2011

Link and Match Dunia Pendidikan dan Kerja

SELASA, 01 NOVEMBER 2011 | 15:00 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Tingginya tingkat pengangguran di republik ini sepertinya sudah masuk pada tahap 'lampu kuning'. Bayangkan saja, dari 230 juta jiwa penduduk Indonesia, dimana 119,4 juta jiwa merupakan angkatan kerja, sebagiannya merupakan pengangguran. Dari penggangguran tersebut didominasi oleh lulusan sarjana.

"Penyebabnya karena belum ada link and match antara supply dan demand di dunia kerja. Ini yang menyebabkan banyaknya pengangguran tingkat sarjana," kata Deputi Menteri Bidang Pengembangan SDM Kementrian Koperasi dan UKM Agus Muharam, saat pembukaan acara Program Magang Nasional 2011, di Jakarta (Selasa, 1/11).

Oleh karena itu, lanjut Agus, pihaknya menawarkan solusi untuk mengatasi tingkat pengangguran dengan membangkitkan jiwa kewirausahaan melalui program pemagangan secara intensif.


"Program ini merupakan bentuk public private partnership, yaitu kerjasama antara pemerintah maupun swasta dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan serta memberikan wawasan dunia usaha secara realistis bagi pemuda peserta magang," kata Agus seraya menyebutkan banyak perusahaan yang ambil bagian dalam program tersebut.

Dalam program magang tersebut, kata Agus, para peserta mendapatkan pelatihan mental dan attitude sebagai seorang wirausaha.

"Setelah itu kita ciptakan pertemuan-pertemuan untuk menghasilkan networking. Dalam dunia usaha, networking itu menjadi amat penting perannya. Program ini akan serentak dilakukan secara nasional," imbuh Agus.

Intinya, dalam program magang tersebut juga para peserta akan dibina untuk mendapatkan akses permodalan, akses teknologi, dan kemitraan. Termasuk menambah ketrampilan dan pengetahuan yang berkaitan dengan bisnis.

"Memberikan pemahaman kepada peserta magang mengenai sektor atau bisnis yang digeluti oleh perusahaan tempat mereka magang," jelas dia.

Agus menjelaskan, program ini digagas menindaklanjuti Program Gerakan Kewirausahaan Nasional yang sudah dicanangkan Presiden Yudhoyono pada awal Februari 2011 lalu.

"Beberapa agenda gerakan ini, antara lain, menggelar program 1.000 sarjana wirausaha, program kemitraan, dan bina lingkungan (PKBL), termasuk program pembiayaan corporate social responsibility," ujar Agus lagi.

Selain itu, menurut Agus, tantangan masa mendatang adalah bagaimana dunia pendidikan bisa menyediakan SDM, yang dibutuhkan oleh dunia usaha. Namun, jumlah institusi bisnis formal cukup sedikit, yaitu hanya berjumlah 592.467 atau 0,25 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Bicara jumlah ideal komposisi wirausaha dan jumlah penduduk adalah sebanyak 2 persen. Tengok Amerika Serikat yang berada di tingkat 11,5 persen, Singapura 7 persen dan Jepang 10 persen.

"Disini menjadi peluang bagi dunia pendidikan dan pemerintah bagaimana menumbuhkan kewirausahaan di Indonesia," tukas Agus. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya