Berita

ilustrasi/ist

Indonesia, Negeri Para Penjahat!

RABU, 12 OKTOBER 2011 | 08:48 WIB | LAPORAN:

RMOL. Indonesia sayang, Indonesia malang. Itulah mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan republik yang merdeka tahun 1945 ini. Negeri yang diperjuangkan dengan darah dan air mata para pejuang ini, tetap menyisakan penderitaan bagi warga saat dipimpin oleh anak Pertiwi sendiri.

Negeri ini, kata Koordinator Gerakan Diskusi 77/78 M Hatta Taliwang, sudah menjadi negeri para penjahat. Mau bukti? Kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 12/10), Hatta mengungkap deretan masalah itu. Mungkin, deretan masalah ini masih tercatat dalam sebagian memori publik, dan mungkin sebagian lain sudah menguap diterkam angin bersama stigma bangsa pelupa.

Inilah deretan masalah itu; Pulsa  dicuri, khilaf di jalan diperas petugas, naik angkot diperkosa, jalan sepi ditodong, paku ditebar di jalanan, tranportasi umum seperti tempat ikan pindang. Makanan, sayuran, ikan daging penuh zat beracun, yang miskin dilarang sakit sementara masuk sekolah harus nyogok. Jangan berharap bisa masuk pegawai negeri sipil atau polisi tanpa suap, para guru sudah terlibat korupsi, pangkat dan jabatan didapat dari transaksi, dan narkoba jadi industri rumahan.


Hatta melanjutkan deretan masalah, yang mungkin saja sudah terlupakan oleh sebagian orang; simpanan di bank dicuri Malinda Dee, uang pajak dimakan Gayus, pemilu penuh kejahatan, pemimpin terpilih penuh kebohongan, dan dana pemilu dirampok dari bank Century. Ada juga nggaran yang dimakan mafia Nazaruddin, agama menjadi seperti komoditi dan hiburan, sekolah roboh menimpa murid, dan kehamilan remaja di luar nikah sudah dinilai biasa.

Sudah cukup deretan masalah itu? ternyata masih cukup panjang. Pengemis gentayangan dimana-mana tidak menimbulkan rasa malu pemimpin, kelemahan lawan dijadikan alat sandera, penipuan dalam jual beli jadi hal biasa, yang mencari keadilan yang didapat pemerasan, petani dalam negeri ditelantarkan dan pengrajin-pengrajin rakyat kecil dihancurkan.

Di negeri ini, warung-warung kelontong dilibas supermarket, pedagang kaki lima dikejar seperti tikus got, rumah-rumah rakyat digusur, dan juga mungkin dibakar, demi kenikmatan pemilik modal, partai politik tak lebih seperti CV atau  PT sang pemilik modal, birokrat bagaikan kumpulan pemeras.

Di republik ini, gelar akademis diperjualbelikan, kampus jadi tempat kumpul banyak intelektual  munafik, konglomerat banyak yang hanya berpikir untuk menipu negara, negara dibiarkan dirampok dan dicaplok negara lain, pejabat-pejabat hanya berpikir untuk memperkaya diri dan keluarga, mafia dan calo gentayangan di Istana dan gedung wakil rakyat. Sementara itu, seniman-seniman idealis tak mampu mengisi piring nasinya dan LSM-LSM menjual proposal kemiskinan negaranya.

"Oh Indonesiaku, mau kemana," sedih Hatta. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya