Berita

Daniel Sparringa

Yusril Ihza Mahendra: Reshuffle untuk Peningkatan Kinerja hanya Omongan Daniel Sparringa

RABU, 05 OKTOBER 2011 | 22:53 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Alasan untuk perbaikan dan peningkatan kinerja dalam merombak Kabinet Indonesia Bersatu II seperti yang kerap disebutkan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa tampaknya hanya omongan belaka.

"Itu kan cuma omongannya Daniel. Kenyatannya tidak begitu," kata mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra kepada Rakyat Merdeka Online malam ini.

Alasan pencopotannya pada KIB I adalah salah satu contohnya. Yusril dicopot berdasarkan alasan politis, bukan kinerja.


"Kalau kinerja sih, Anda tanya pada orang lah. Untuk menjadi Mensesneg siapa sih yang lebih kapabel pada waktu itu. Tapi persoalannya lebih banyak pada persoalan politik," terangnya.

Bahkan, kata Yusril, belakangan SBY sendiri yang mempertegas kebenaran dugaan tersebut. Partai Bulan Bintang, yang saat itu ia pimpin, hanya memiliki 13 kursi di DPR. Pada saat itu lah, SBY heran, kenapa PBB yang hanya 13 kursi di DPR, tapi menempatkan 2,5 kadernya di kabinet.

"Yang dua itu saya sama (MS) Kaban (Menteri Kehutanan). Yang setengah itu Jaksa Agung (Abdurrahman Saleh). Dia sih tidak bilang tiga (orang), dia bilang 2,5," ungkapnya.

Karena kursi PBB di DPR sedikit menjadi alasan dirinya diganti.

"Sesuai dong, kalau nanti ada interpelasi, ada angket di DPR, ada impeachment, PBB cuma 13 orang. Kan tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya kita diganti. Padahal kalau dilihat sejarahnya tanpa PBB, dia tidak bisa nyalon jadi Presiden," tegasnya.

Karena pada awalnya, SBY hanya didukung Partai Demokrat dan PBB. Sedangkan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia bergabung belakangan. Dan dukungan partai ini juga, kata Yusril tidak signifikan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya