Berita

hanta yuda ar

RESHUFFLE KIB II

SBY Tak Sadar, Banyak Nama Beredar karena Ulahnya Sendiri

RABU, 05 OKTOBER 2011 | 12:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tampaknya tidak sadar bahwa dirinya sendirilah yang menciptakan suasana sehingga membuat beredar saat ini di media nama-nama menteri yang bakal dicopot atau yang akan masuk ke dalam Kabinet Indonesia Bersatu II.

"Itu adalah dampak dari Pak SBY yang ingin me-reshuffle, tapi dengan membuat semacam drama, 'Saya akan reshuffle'. Atau orang di lingkaran utama Istana sejak dulu bilang akan ada reshuffle," kata pengamat politik Hanta Yuda AR kepada Rakyat Merdeka Online siang ini.

Hal itu dikatakan Hanta menanggapi bantahan Presiden SBY dalam konferensi pers kemarin bahwa sejumlah nama yang saat ini ramai dibicarakan bakal masuk kabinet bukan berasal dari dirinya.


Karena belum juga mengambil keputusan soal reshuffle ini, membuat banyak pihak berkepentingan memunculkan nama-nama yang bakal dicopot atau nama-nama yang bakal masuk KIB II. Bahkan bukan tak mungkin ada sebagian orang yang melobi untuk diangkat menjadi menteri.

"Padahal hal ini adalah mudah bagi Presiden. Kapan pun dia mau reshuffle, bisa. Kalau mau reshuffle, reshuffle saja secepatnya," kata peneliti The Indonesian Institute ini.

Karena belum juga memberikan kepastian, masih kata Hanta, hal ini sedikit banyak juga akan membuat kinerja para menteri terganggu. Sebagai manusia, tentu ada sikap was-was apakah mereka akan dicopot atau tidak. "(Ketidakpastian) ini juga akan berpengaruh ke pasar secara ekonomi," tandasnya.  [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya