Berita

presiden sby/ist

Celaka, Belum Terlihat Tanda-tanda SBY akan Bereskan Kejaksaan dan Kepolisian

RABU, 05 OKTOBER 2011 | 11:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi yang disuarakan banyak kalangan termasuk Wakil Ketua Fachri Hamzah dinilai belum tepat untuk saat ini.

"Tidak bisa sama sekali (KPK dibubarkan). Tidak. Kita belum melihat ada tanda-tanda yang menjanjikan dari Kepolisian dan Kejaksaan (mampu memberantas korupsi). Bagaimana pun, kita harus tetap memberikan apresiasi kepada KPK dengan segala kelemahannya," kata pakar hukum tata negara Margarito Khamis kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Celakanya, masih kata Margarito, tidak terlihat tanda-tanda Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membereskan Kejaksaan dan Kepolisian agar bisa maksimal dalam memberantas korupsi. Meski KPK berfungsi sebagai trigger terhadap kedua lembaga penegak hukum, kewenangan tetap ada pada Presiden untuk menata ulang agar Kejaksaan dan Kepolisian agar bisa tampil maksimal dalam memberantas korupsi.


"Tidak bisa (diserahkan ke KPK). Menata organnya, memperluas fungsi-fungsi pada polisi dan jaksa itu adalah kewenangan Presiden," tegasnya.

"Yang mungkin dilakukan KPK adalah memonitor, 'Anda (polisi dan jaksa) ini keliru. Karena (KPK) menemukan kasus yang seharusnya naik (ke tingkat penyidikan atau penuntutan tapi) tidak naik, yang mestinya tidak naik, jadi naik. Sebatas itu yang bisa dilakukan KPK. Bagaimana penataan secara komprehensif, itu urusan Presiden," demikian Margarito. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya