Berita

Pemerintah harus Berani Tegas terhadap PT Freeport

MINGGU, 02 OKTOBER 2011 | 15:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pemerintah Amerika Serikat ternyata sedari awal sudah mewanti-wanti agar perusahaan tambang mereka, seperti PT Freeport dan PT Newmont Nusa Tenggara, tidak diutak-atik. Pada Juli lalu, Kedubes AS di Jakarta mengancam akan menarik investasi negaranya dari Indonesia bila kontrak karya perusahaan tersebut diutak-atik.

Tapi diingatkan, pemerintah untuk tidak takut. Pemerintah harus tetap konsisten melaksanakan UU 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara atau Minerba.

"Kita harus konsisten," kata Direktur eksekutif Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara kepada Rakyat Merdeka Online siang ini.


Bila memang perusahaan-perusahaan tambang asing itu tidak mau mengindahkan tuntutan renegosiasi kontrak karya tersebut, dia menegaskan, pemerintah harus berani balik mengancam. Pemerintah bisa mengancam akan mengakhiri semua kesepakatan dengan perusahaan yang membandal tersebut.   

"Makanya saya bilang tadi, diputus saja. Diakhiri saja kontraknya. Kita harus berani ngancam juga. Kalau tidak, kita jadi pecundang terus," tambah mantan senator asal Jakarta ini.

Karena ini untuk kepentingan nasional, perlu dukungan semua pihak, termasuk DPR yang telah mengesahkan UU, sebagai pengganti UU Pertambangan yang menjadi landasan kerjsa sama dengan PT Freeport pada tahun 1960-an. Menurutnya, dukungan politik sangat perlu. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya