Berita

bambang soesatyo

Singapura Buka Borok Pejabat Indonesia?

MINGGU, 02 OKTOBER 2011 | 14:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pemerintah Indonesia harus merespons sikap Pemerintah Singapura mengenai ekstradisi, yang disampaikan Menteri Urusan Luar Negeri Massoges Zulkifli pekan lalu. Dimana, untuk mengembalikan warga negara Indonesia yang bermasalah di negara tersebut, tidak perlu dibuat perjanjian ekstradisi karena sudah dimuat kesepakatan Bilateral tahun 1997.

"Karena itu, saya mendesak KPK, Polri dan Kejaksaan Agung segera berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI untuk memberitahu pemerintah Singapura perihal para tersangka dan terpidana koruptor yang selama ini bersembunyi di negeri itu," kata anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo siang ini.

Saat ini, publik curiga bahwa puluhan tersangka koruptor bersembunyi di Singapura seperti Sujono Timan atau Anggoro Widjoyo, kakak terpidana Anggodo Widjoyo memang dibiarkan. Bahkan dijadikan ATM oknum penegak hukum.


Penegasan Masagoes itu, masih kata politikus Golkar ini, merupakan penjelasan kepada publik Indonesia bahwa pemerintah maupun otoritas hukum Indonesia tak pernah melakukan komunikasi resmi mengenai status hukum sejumlah tersangka maupun narapidana koruptor yang telah menjadikan Singapura sebagai tempat persembunyian mereka.

"Pemerintah pun membiarkan dan menikmati saja saat publik Indonesia menuduh Pemerintah Singapura tidak kooperatif," jelas Bamsoet.

Dalam konteks ini, bisa dikatakan bahwa Pemerintah Singapura sudah mengungkap borok dan kelemahan Pemerintah Indonesia. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya