Berita

Daniel Sparringa

RESHUFFLE KIB II

Daniel Sparringa: Orang yang Mengaduk Sentimen Identitas untuk Kepentingan Pribadi Tak Pantas Dibiarkan

JUMAT, 30 SEPTEMBER 2011 | 11:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Menteri Perhubungan Menteri Freddy Numberi mengisyaratkan tidak akan dicopot. Karena selain dari Partai Demokrat, dia juga mengklaim sebagai representasi dari Papua.

Apakah pernyataan Freddy ini menunjukkan bahwa politikus dari Partai Demokrat akan aman? Dan apakah juga di Kabinet Indonesia Bersatu II ada representasi daerah atau etnis, seperti yang diklaim oleh Menteri Freddy?

Dimintai tanggapan atas pernyataan Freddy di atas, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparringa, menegaskan ketidakcakapan menteri dalam memimpin kementrian hanya akan berakhir dengan penggantian menteri.


"Tidak ada hal yang dapat menyelamatkan seseorang dari kemungkinan itu. Identitas partai, etnik, agama, atau kedaerahan hanya akan merumitkan masalah dan menjauhkan kita dari solusi," tegasnya kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

"Tidak seorang pun dari kita di Republik ini pantas kita biarkan mengaduk sentimen identitas dan menyembunyikan kepentingan pribadinya demi sesuatu yang sesungguhnya bersifat publik," sambungnya.

Dalam konteks itu, akademisi dari Universitas Airlangga ini mengingatkan, kabinet adalah instrumen yang melekat pada jabatan Presiden sebagai sebuah institusi publik. "Karenanya, dasar kepatutan yang dipakai dan dimuliakan adalah kemaslahatan bagi publik, bukan orang per orang atau golongan," tegasnya.

Tapi saat ditanya apakah penegasannya itu menandakan bahwa Menteri asal Papua itu akan dicopot, Daniel tidak menjawab.

Sebelumnya, Freddy Numberi bersuara keras saat ditanya soal reshuffle kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. "Saya ini mewakili Papua, yang kedua saya Partai Demokrat. Ya sudah kau mikirkan saja itu," tegas Freddy di Hotel Pullman Kuta, Bali, Rabu malam (21/9). [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya