Berita

Freddy Numberi

RESHUFFLE KIB II

Berbahaya, Pernyataan Menteri Freddy Bisa Bangkitkan Separatisme

JUMAT, 30 SEPTEMBER 2011 | 10:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Menteri Perhubungan Freddy Numberi sangat tidak layak mengatakan bahwa dia adalah representasi dari Papua di Kabinet Indonesia Bersatu II. Selain itu, pengakuannya itu juga diragukan apakah memang dia betul-betul mewakili rakyat Papua.

"Bahwa dia mungkin berasal dari sana (Papua), kemudian memiliki karakteristik sana, tapi belum tentu mewakili politik orang sana kan. Jadi menurut saya itu semacam klaim saja sih," kata pengamat komunikasi politik Gun Gun Heryanto kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Meski begitu, kalau pun memang betul bahwa Freddy merupakan representasi Papua, hal itu dimaklumi. Karena SBY sedari awal berhati-hati dalam menyusun kabinetnya. Makanya, SBY selalu menggunakan politik representasi. Seperti representasi wilayah, representasi ormas besar tertentu hingga representasi partai politik masuk ke dalam pemerintahannya..


"Politik representasi lah kata kuncinya. Tetapi pada praktiknya kan representasi tidak mewakili. Apakah kalau orang Bali lalu merepresentasikan orang Bali. Seperti Menteri Kebudayaan Jero Wacik. Saya kira tidak juga," tegasnya.

Dan pernyataan vulgar Freddy Numberi bahwa dia adalah perwakilan Papua sangat tidak pantas. Justru pernyataan itu dikhawatirkan akan melahirkan primordialisme, bahkan mungkin etnosentrisme.

"Kalau semangat keetnisan terlalu tinggi, menurut saya, itu cikal bakal dari menguatnya primordialisme. Bahkan mungkin separatisme. Kalau misalnya tidak ada menteri dari Papua maka orang Papua mengklaim dari wilayahnya tidak cocok di NKRI. Itu kan cara berfikir yang keliru," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya