Berita

MARI ELKA PANGESTU/ist

RESHUFFLE KIB II

Mari E. Pangestu Lebih Neolib Dari Sri Mulyani!

JUMAT, 30 SEPTEMBER 2011 | 08:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kebijakan-kebijakan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang tidak memproteksi perdagangan dalam negeri bukan sesuatu yang mengejutkan. Karena, kebijakan-kebijakan yang ia telurkan saat ini merupakan implementasi dari gagasan-gagasan yang telah ia sampaikan jauh-jauh hari sebelum menjadi menteri di Kabinet Indonesia Bersatu selama dua periode.

"Menteri Perdagangan ini konsepnya salah. Karena dia itu dari dulu dalam tulisan-tulisannya tahun 90-an, dia sudah percaya dengan yang namanya satu masyarakat Asia," kata pengamat ekonomi politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.

Perdagangan bebas menjadi kunci dalam pembentukan masyarakat Asia. Karena itu, mantan peneliti Center for Strategic and International Studies itu dinilai termasuk orang yang tidak percaya akan batas negara. Padahal, kata Syahganda, kita tetap menganggap bahwa batas negara dan nasionalisme itu penting dan harus dijunjung.


Pemikiran kedua Mari E Pangestu, lanjut Syahganda, sebuah negara tidak penting harus membangun industri tumbuh berkembang. Karena yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mendapatkan barang-barang kebutuhan yang berharga murah.

"Jadi ini orang yang pahamnya itu sangat neolib. Nggak penting kita muncul nasionalisme, industri, daya saing. Yang penting rakyat dapat harga garam murah, harga sayur murah. Itu pikiran yang salah kaprah. Kalau misalnya harga garam diambil (impor agar) murah, kapan garam dalam negeri ini bisa didorong tumbuh berkembang," sebut pendiri Sabang Merauke Circle ini.

Diakui Syahganda, tentu lah ada gap antara negara maju dan negara berkembang. Sehingga terkadang-kadang terjadi selisih atau beda harga antara satu negara dengan negara lain. Kerap memang, harga barang dalam negeri lebih mahal dibanding harga barang yang dari luar negeri. "Nah tugas, Mendag adalah memperoteksi kepentingan dalam negeri agar industri kita bisa tumbuh berkembang," ungkap Syahganda.

Karena tidak berpihak terhadap industri dalam negeri, menurut Syahganda, Mari E Pangestu harus dicopot dari jabatannya. Karena sudah jelas, kebijakan-kebijakannya sangat merugikan Indonesia dan menguntungkan China, dalam konteks hubungan dagang Indonesia-China, misalnya.

"Kalau sudah tidak punya nasionalisme ya harus (dicopot). Dia itu sudah jelas-jelas dalam konteks kita dengan China, dia kelihatan pro China. Menteri yang paling neolib di Indonesia sebenarnya ya dia. Dia lebih neolib daripada Sri Mulyani. Sri Mulyani, berpikir nasionalisme masih ada," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya