Berita

freddy numberi/ist

Tak Boleh Ada Representasi Daerah dan Suku di Kabinet SBY

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2011 | 12:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Cara berpikir bahwa daerah atau suku harus memiliki perwakilan di pemerintahan merupakan cara pandang kuno. Makanya paradigma seperti itu harus ditinggalkan. Diingatkan lagi, Kabinet Indonesia Bersatu II harus diisi orang-orang profesional yang ahli pada bidang kementerian yang ditugaskan.

Hal itu diungkapkan pengamat politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online pagi tadi. Saat ini, katanya, berkembang wacana bahwa pengganti Menteri BUMN Mustafa Abu Bakar harus berasal dari Aceh, kalau memang dia dirombak. Karena Mustafa berasal dari Aceh.

Apalagi, masih kata Syahganda, saat ditanya soal reshuffle kabinet baru-baru ini, Menteri Perhubungan Freddy Numberi menegaskan bahwa dia di KIB II mewakili Papua.


"Kapan dia mewakili Papua. Nggak ada. Pokoknya nggak boleh ada kata-kata SARA, mewakili suku, mewakili daerah. Pokoknya harus the best among the best. Yang terbaik di antara terbaik di bangsa ini itulah yang berhak untuk duduk di kabinet, di pemeritahan," katanya.

Berbeda dengan representasi partai politik. Partai politik bisa melakukan sharing kekuasaan. Karena partai merupakan elemen demokrasi. Tapi, kata Syahganda Nainggolan, partai politik harus merekomendasikan kader terbaik. Selain, itu tetap mengedepankan sisitem presidensial dimana Presiden yang berhak mengangkat dan memberhentikan menteri. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya