Berita

presiden sby

Kenapa SBY Masih Pakai Menteri yang Sakit?

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2011 | 11:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Selama ini, menteri-menteri dari partai politik kerap mendapat sorotan. Mestinya, menteri-menteri yang bukan berasal dari partai pun harus tetap dievaluasi. Dan SBY tidak boleh menoleransi menteri yang bukan dari partai, bila tak sanggup bekerja.

"SBY jangan banyak menoleransi orang-orang non partai yang tidak sanggup bekerja," kata pengamat politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Dia menyontohkan Menteri Pekerja Umum Joko Kirmanto. Berdasarkan informasi yang ia terima, Joko Kirmanto pernah mengungkapkan ingin mengundurkan diri, pada sekitar akhir masa Kabinet Indonesia Bersatu I. Joko menyampaikan itu ke SBY sebelum berobat ke Australia karena sakit jantung.


"Tapi kenapa malah SBY nyuruh (Joko) terus (masuk ke KIB II). SBY nggak boleh begitu. SBY harus zero tolerance. Tidak boleh memberi tugas kepada orang yang tidak sanggup, karena sakit," bebernya.

Begitu juga dengan Menteri Kesehatan Sri Rahayu Endang Sedyaningsih. Syahganda tidak habis kenapa SBY memilih Sri Endang, yang telah nyata mengidap penyakit kanker. Padahal saat itu sudah punya calon yaitu, Nila Djuwita Moeloek.

"Dulu kan sudah ada (calon) Menkes yang baik, Bu Muluk. Tapi kenapa dikasih kepada orang yang sakit kanker. SBY ini antara teledor atau ditipu orang sekitar dia.  Makanya SBY harus mencurigai, orang-orang di sekitar dia itu bermain. Misalnya, Anggito Abimanyu waktu akan diangkat jadi wamen (Menkeu) tiba-tiba gak jadi," ungkapnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya