Berita

hatta rajasa/ist

KINERJA EKONOMI LEMAH

Menteri Sering Berantem, Bukti Hatta Rajasa Tak Becus?

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2011 | 09:08 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Adalah Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kemarin yang membocorkan bahwa menteri di bidang perekonomian ada yang akan dicopot oleh Presiden SBY. Pernyataan Sutan ini menimbulkan pertanyaan, siapakah menteri di bidang yang dikomandoi Hatta Rajasa itu yang akan dirombak.

Selain faktor kinerja yang belum memuaskan, diakui, menteri-menteri di bidang perekonomian juga banyak yang tidak sejalan, bahkan kerap berseteru.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo misalnya berbeda pendapat dengan Menteri ESDM Darwin Saleh soal divestasi saham Newmont. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu 'bersitegang' dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad soal impor garam. Dan yang teranyar, Menteri Mari juga ' gontok-gontokkan' dengan Menteri Perindustrian MS Hidayat soal ekspor rotan.


Bahkan, Menko Perekonomian Hatta Rajasa sendiri dikabarkan sempat tak seia-sekata soal subsidi bahan bakar minyak dengan menteri keuangan.

Nah, apakah tidak maksimalnya kinerja menteri di bidang ini juga disumbang oleh ketidakbecusan Hatta Rajasa dalam mengkoordinasikan kementerian di bawah tanggung jawabnya?

Kepada Rakyat Merdeka Online, anggota Komisi VI, yang menangani masalah perdagangan, Ferrari Romawi, membela Hatta Rajasa. Ketua Umum PAN itu dinilai sudah bekerja maksimal.

"Itu memang tidak bisa kita bilang Menkonya kurang. Karena memang pekerjaan Menko juga sangat banyak. Mana kala Menteri BUMN sakit, ad interimnya Menko. Menteri ESDM ke luar negeri, ad interimnya Menko. Bayangkan Menko dalam satu minggu bolak-balik ke DPR. Waktunya harus kita pahami juga," ungkapnya.

Apalagi, masih kata politikus Partai Demokrat ini, tugas yang diemban Hatta Rajasa, yang juga calon besan Presiden SBY itu sungguh berat.

"Namun kita harapkan lah ke depannya, koordinasi seperti ini betul-betul bisa dijalankan Menko secara optimal. Tapi menteri-menteri juga kalau bisa menjaga dirilah, jangan berpolemik di media," katanya menyarankan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya