ferrari romawi/IST
ferrari romawi/IST
RMOL. Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dimaklumi memiliki perbedaan pendapat tentang kebijakan ekspor rotan. Karena keduanya memiliki dasar argumen masing-masing. MS Hidayat menegaskan ekspor bahan baku rotan harus distop. Sedangkan Menteri Mari berpendapat sebaliknya.
Kepada Rakyat Merdeka Online sesat lalu, anggota Komisi VI DPR Ferrari Romawi menilai pendapat Menteri Hidayat itu bagus. Selain tidak ingin produsen luar negeri mendapatkan untung, jelas politisi Demorat ini, MS Hidayat juga ingin membuat industri rotan dalam negeri bergairah dan mendapatkan jaminan stok bahan baku.
"Jadi dalam perspektif industri betul itu kan. Tetapi rotan yang tidak terserap industri itu mau dikemanakan," katanya sambil mengatakan bahwa kalau rotan berlimpah dalam negeri, otomatis harga juga akan murah. Dan dalam konteks itu lah, Menteri Mari merasa punya tanggung jawab. Karena jangan sampai, terserap tidak, diekspor juga tidak.
Populer
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 20 April 2026 | 12:50
UPDATE
Senin, 27 April 2026 | 03:42
Senin, 27 April 2026 | 03:21
Senin, 27 April 2026 | 02:58
Senin, 27 April 2026 | 02:35
Senin, 27 April 2026 | 02:12
Senin, 27 April 2026 | 01:51
Senin, 27 April 2026 | 01:30
Senin, 27 April 2026 | 01:12
Senin, 27 April 2026 | 00:45
Senin, 27 April 2026 | 00:42