Berita

ilustrasi

Pelajar Indonesia di Malaysia: Jangan Terkecoh Bom Solo

SELASA, 27 SEPTEMBER 2011 | 13:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Memasuki hari kedua setelah aksi bom bunuh diri Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Solo, Minggu lalu, kutukan akan aksi tersebut terus mengalir.  Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia menyesalkan terjadinya kembali tragedi pengeboman di Indonesia.

"Terulangnya kembali  tragedi pengeboman di Indonesia sangat kami sesalkan karena tindakan tersebut tidak sesuai dengan ideologi  Negara Indonesia yang berasaskan Pancasila," kata Ketua Umum PPI Malaysia Zulham Effendi lewat keterangan pers yang diterima siang ini.

Aksi bom bunuh diri Minggu (25/9) kemarin itu Solo telah menambah deret panjang tragedi pengeboman di Indonesia dan terus menambah korban jiwa.
    

    
"Terlepas apapun yang menjadi motif dan kepentingan baik pribadi atau kelompok apabila melakukan kegiatan yang  mengorbankan orang yang tidak bersalah adalah merupakan suatu tindakan kejahatan serta kezhaliman," tegasnya.

Karena itu PPI Malaysia meminta aparat keamanan terutama pihak Kepolisian segera mengusut tuntas jaringan pengeboman di Indonesia sehingga tragedi seperti ini tidak terulang kembali. Namun, dia mengingatkan semua pihak agar tragedi bom di Solo jangan dijadikan bagian untuk pengalihan isu terhadap permasalahan korupsi yang melanda bangsa kita.

"Mari tetap fokus untuk menyelesaikan kasus Century, Kasus Gayus, Kasus Nazaruddin dan lain-lain," ungkapnya.

Kepada semua mahasiswa dan pelajar Indonesia, dia meminta untuk terus menjalankan peran dan fungsi sebagai agen perubahan dan agen pengontrol sosial sehingga tidak ada lagi tindakan kejahatan di dalam negeri Indonesia. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya