Berita

saan mustopa

KPK dan Polisi Harus Periksa Saan Mustopa

SENIN, 26 SEPTEMBER 2011 | 10:15 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustopa tidak cukup hanya diperiksa Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi. Anggota Komisi III DPR itu juga harus diperiksa KPK.

"Jadi dia harus diperiksa juga dan dimintai keterangan oleh KPK. Kenapa dalam pertemuan itu dia membawa Nazar. Apa dibalik itu semua itu," kata deklarator Komite Pengawas KPK untuk Kasus Nazaruddin (KPK2N), Neta S Pane kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Neta mengatakan itu berkaitan dengan serangkaian pertemuan Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah dengan M. Nazaruddin. Disebutkan, Chandra M Hamzah bertemu dengan mantan Bendahara Umum Demokrat itu sebanyak empat kali. Dua diantaranya sewaktu bersama Saan pada tahun 2008 dan 2009. Bahkan kata Chandra, melalui Saanlah, dia kenal dengan Nazaruddin. Karena pada dua kali pertemuan dengan, Saan membawa Nazaruddin.


Tak sampai disitu, masih kata Neta, Kepolisian juga harus memeriksa Saan. Saan harus diperiksa sebagai saksi dalam kasus pertemuan Chandra dengan Nazaruddin. Karena pimpinan KPK dilarang bertemu dengan orang yang berkara. Memang betul, pada tahun pertemuan itu Nazar tidak mempunyai kasus di KPK.

"Tapi kan apakah pertemuan Chandra atau Nazaruddin adalah untuk antisipasi supaya kasusnya tidak muncul. Nah, Saan harus jadi saksi kunci," ungkapnya.

Karena, tambah Neta, Ketua KPK Busyro Muqoddas pernah mengungkapkan bahwa lembaganya tengah menelusuri 131 kasus yang diduga melibatkan Nazaruddin, dengan nilai total proyek Rp 6,037 triliun. Karena itu, boleh jadi pertemuan itu membicarakan agar kasusnya tidak diselidiki KPK.

"Dan ini Kepolisian yang berhak menanganginya," terang Neta.

Tak hanya itu, Neta mengingatkan, tahun 2009, ada politisi Demokrat, Jhonny Allen Marbun yang disebut-sebut terlibat kasus suap pembangunan dermaga di kawasan Indonesia Timur. Kasus itu juga melibatkan politisi Partai Amanat Nasional, Abdul Hadi Djamal dan sudah divonis.

Makanya, Kepolisian perlu menangani serangkaian pertemuan elit Demokrat dengan Chandra tersebut. Karena muncul kecurigaan, jangan-jangan pertemuan itu juga membicarakan kasus Jhonny, yang merupakan Wakil Ketua Umum Demokrat tersebut. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya