Berita

ilustrasi

BOM SOLO

Jangan Serahkan Urusan Keamanan kepada Pihak Swasta!

MINGGU, 25 SEPTEMBER 2011 | 18:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Semua komponen masyarakat harus mempercayakan urusan keamanan kepada Kepolisian. Karena itu, masyarakat tidak perlu membentuk posko-posko ataupun bersiaga mengamankan rumah-rumah ibadah dalam menanggapi aksi bom bunuh diri di Solo. Tanpa disadari, hal itu justru sebagai bentuk pelecehan kepada Kepolisian itu sendiri.

"Ini (juga) mencoreng citra Polri, seolah-olah tidak mampu melakukan pengamanan kepada masyarakat," kata Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Saleh Partaonan Daulay kepada Rakyat Merdeka Online petang ini.

Selain karena pengamanan merupakan tugas Kepolisian, tidak perlunya pembentukan posko dan penjagaan rumah-rumah ibadah juga untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dikuatirkan akan terjadi benturan bila setiap komponen masyarakat dari beragam agama dan suku dengan leluasa melakukan itu.


Diingatkan, bila semua kelompok masyarakat dari beragam latar belakang dengan tujuan yang belum tentu sama seenaknya membentuk posko dan berjaga-jaga di rumah ibadah akan membuat suasana semakin mencekam.  

"Itu malah memancing suasana yang tidak kondusif. (Potensi) clash justru yang akan terjadi. Kalau pun misalnya ada orang yang dicurigai akan berbuat teror, toh pada akhirnya diserahkan ke Polisi. Karena mereka (Polri) berhak yang menindaknya," katanya.

Akan lebih baik, menurut Saleh, dalam menumpas gerakan teroris, masyarakat melakukan dua hal, soft fight dan hard fight, yang disebutkannya sebelumnya. Dia mengaku telah menginstruksikan dua hal tersebut kepada jajarannya untuk dijalankan.

"Perlawanan pertama, bila ternyata ada orang di sekitar kita yang dicurigai akan sedang melakukan perencanana terorisme, segera laporkan ke polisi. Itu hard fight," bebernya.

"Kedua, soft fight. Kita harus mengantisipasi jangan sampai ada saudara, kader, dan teman kita yang direkrut melakukan tindakan teror. Soft fight adalah perlawanan dalam bentuk antisipasi melalui pendidikan, ekonomi, dan anti radikalisasi di masyarakat," sambungnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya